Vale dan Mitra Bergerak Cepat: 25 Terumbu Karang Buatan Ditanam, Pesisir Bulupoloe Bersih dari 200 Kg Sampah Demi Laut Lestari

photo author
Sutriani Nasiruddin, Sulsel Network
- Senin, 28 Juli 2025 | 09:12 WIB
Vale dan Mitra Bergerak Cepat: 25 Terumbu Karang Buatan Ditanam, Pesisir Bulupoloe Bersih dari 200 Kg Sampah Demi Laut Lestari
Vale dan Mitra Bergerak Cepat: 25 Terumbu Karang Buatan Ditanam, Pesisir Bulupoloe Bersih dari 200 Kg Sampah Demi Laut Lestari

SULSEL NETWORK – Di tengah tantangan krisis iklim global dan menurunnya keanekaragaman hayati laut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MINDID, mengukuhkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata restorasi ekosistem laut. Bertempat di Pulau Bulupoloe, Sulawesi Selatan, PT Vale bersama mitra strategisnya telah menanam 25 struktur terumbu karang buatan jenis spider reef dan berhasil mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah dari garis pantai yang terancam.

Langkah ini bukan sekadar penanaman simbolis. Setiap struktur karang buatan akan dipantau secara berkala oleh tim selam profesional dari Sorowako Diving Club (SDC). Menurut Coord Project Reef Transplantation, Moh Rendra Gunawan Nading, kegiatan ini merupakan yang pertama kali untuk transplantasi jenis spider reef, namun SDC akan terus terlibat dalam kegiatan monitoring.

"Restorasi laut tidak cukup hanya dengan menanam. Kami pastikan proses monitoring dilakukan secara berkelanjutan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar pulih dan hidup kembali,” sambung Suharpiyu Wijaya, Head of IGP Sorowako Limonite PT Vale.

Baca Juga: PT Vale Bergerak: 2.000 Mangrove Ditanam dan Terumbu Karang Direstorasi untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir Malili

Pemantauan akan dilakukan menggunakan metode visual census dan pencitraan bawah laut, mencatat pertumbuhan karang, kehadiran spesies laut, serta evaluasi kualitas perairan, memastikan keberlanjutan restorasi secara ilmiah dan terukur. Kolaborasi antara SDC dan PT Vale dalam pelestarian ekosistem laut memang telah kerap dilakukan, meliputi reef check, program edukasi terkait diving bagi masyarakat dan nelayan, serta kegiatan bersih pesisir.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa industri ekstraktif dapat menjadi bagian dari solusi keberlanjutan. Melalui sinergi lintas sektoral dengan TNI AL Lantamal VI Makassar, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI), dan BPSPL Makassar, PT Vale menunjukkan bahwa perlindungan laut memerlukan pendekatan komprehensif.

Danlantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M. Han., menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Kami sadar bahwa tugas besar ini tidak bisa dijalankan sendiri sehingga sinergi lintas sektoral antara TNI, pemerintah, dunia usaha seperti PT Vale dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk memastikan warisan laut dan pesisir bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ungkapnya.

Wahyudi juga mengajak agar momentum perayaan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli setiap tahun dimanfaatkan untuk terus menggaungkan semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan maritim secara holistik dan berkelanjutan. “Laut adalah masa depan kita, menjaga laut berarti menjaga kehidupan, semoga kegiatan hari ini membawa manfaat yang luas tidak hanya bagi lingkungan tapi juga memperkuat kemitraan strategis antara TNI AL dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Baca Juga: Mengukir Jejak Hijau di Morowali: PT Vale Ajak Media Jadi Garda Terdepan Transisi Energi Berkeadilan

Langkah strategis PT Vale ini selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang dijalankannya, membuktikan bahwa industri tambang dapat memberikan kontribusi positif pada lingkungan, bahkan jauh di luar area operasinya. “Kami percaya bahwa menjaga laut adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang berkelanjutan. Restorasi ini adalah bentuk nyata dari filosofi kami bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tapi tindakan,” ujar Adriansyah Chaniago, Chief Human Capital Officer PT Vale.

Dengan total 150 unit struktur karang yang ditanam PT Vale hingga saat ini, diharapkan dapat memperkaya habitat laut, menarik kembali ikan-ikan lokal sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi nelayan, serta meningkatkan kualitas perairan di sekitarnya. Keterlibatan masyarakat lokal, mulai dari pelatihan penyelam hingga edukasi anak muda tentang pentingnya ekosistem laut, menjadi pendekatan utama dalam program ini.

Pulau Bulupoloe, meski kecil di peta Indonesia, menjadi titik awal harapan besar, menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, transparansi, dan aksi nyata, pemulihan laut Indonesia dapat terwujud, satu karang demi satu, demi generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X