SulselNetwork.com -- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto buka suara menyoal pemadaman listrik yang belakangan ini melanda Makassar. Ia pun mengaku kecewa dengan hal tersebut.
Pria yang akrab disapa Danny tersebut mengatakan Makassar merupakan kota besar, tapi pemadaman masih terjadi. Padahal menurutnya listrik adalah hal yang penting.
“Saya kecewa sekali karena kita ini sudah seperti jaman batu ini, ada kota besar begini apa namanya biar begini,” kata Danny, Kamis.
Baca Juga: Serial India PARAVAMAVATAR SHRI KRISHNA Antv 3 Oktober Episode 15: Kanha Menduduki Singgasana Kansa
Ia mengungkit klaim PLN. Saat itu, ia menyebut PLN mengatakan ada surplus listrik ratusan megawatt.
“Dulu dikatakan bahwa surplus, saya masih ingat betul 450 megawatt , kita sudah punya dua tenaga bayu, kita sudah punya PLTU, kita punya bakaru, kita punya Poso, terus apalagi alasan lagi kita tidak cukup,” ujarnya.
Danny mengatakan, beberapa waktu lalu Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bachtiar mengatakan memang ada defisit daya. Jumlahnya ribuan megawatt.
“Ternyata kemarin kita disampaikan pak PJ Gubernur, bahwa kita kekurangan seribu sekian megawat termasuk beberapa untuk membackup industri industri na itu juga sekalian itu,” pungkasnya.
Diketahui, Makassar sejak awal September dilanda pemadaman bergilir. Bukan hanya di Makassar, tapi seluruh wilayah PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).
Baca Juga: Sinopsis Episode Terakhir IMLIE di ANTV: Imlie Mematuhi Perintah Mohan untuk Selamatkan Keluarganya
Pemadaman biasanya berlangsung 12 jam, mulai dari pukul 10:00 hingga 22:00 WITA. Dilakukan secara bergilir.
Berdasarkan keterangan PLN, pemadaman dilakukan sehubungan dengan kemarau berkepanjangan, sehingga mengakibatkan debit air berkurang di beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
“Maka perlu dilaksanakan Manajemen Beban Listrik yang pada beberapa lokasi,” tulis PLN dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (5/10/2023).