SulselNetwork.com — Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) di Kota Makassar dan sekitarnya semakin parah dan memprihatinkan. Pemadaman yang biasanya hanya 3 atau 4 jam, kini durasinya bertambah menjadi 5-6 jam bahkan ada yang sampai 2 kali sehari.
"Di beberapa daerah ada yang 5-6 jam," kata Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Ahmad Amirul Syarif, Kamis.
Salah satunya di kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Pemadaman terjadi sejak pukul 20.00 Wita, Kamis. Namun hingga Jumat dini hari, listrik tak kunjung normal.
Baca Juga: Jungkook BTS Dapat Pujian dari Sutradara Romeo and Juliet Baz Luhrmann
Di lokasi Jalan Ketimun, Pangkep juga demikian, dari keluhan masyarakat setempat pemadaman dari pukul 13:00 Wita hingga pukul 22:00 malam lampu baru menyala.
Berdasarkan pengumuman resmi PLN pada Kamis, pemadaman dikakukan di titik tertentu dengan durasi rata-rata empat jam. Mulai pukul 08.00 sampai 23.00 WITA.
Ahmad Amirul Syarif atas nama PLN memohon maaf atas segala ketidaknyamanan masyarakat.
"Mohon maaf dikarenakan kondisi kelistrikan, jadwal padam berubah menyesuaikan di beberapa daerah. Mohon maaf, teman-teman sementara masih berusaha semaksimal mungkin melaksanakan penormalan diusahakan secepatnya," jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi Ikonik Rahasia Beauty dengan Naura Ayu Hadirkan Lip Oil Tint dan Liquid Blush
Ia meminta doa dan lagi-lagi memohon maaf atas kondisi tidak mengenakkan yang dialami masyarakat.
"Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya pak/bu. Kami turut berempati terkait kendala pemadaman listrik yang terjadi, mohon doanya agar segala kegiatan yang telah kami usahakan dapat berjalan lancar sehingga kondisi kelistrikan dapat normal kembali," tulis Ahmad Amirul lewat pesan singkat.
PLN menyebut, pemadaman dilakukan karena kekeringan yang berdampak pada debit air. Sehingga berpengaruh pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Melihat permintaan maaf dari PLN tersebut, pada salah satu akun official Instagram, netizen justru geram bahkan ada yang melapor dan men-tag akun instagram @jokowi dan @ericktohir.