SulselNetwork.com -- Mengenai Smart Toilet di sekolah yang ada di Makassar, akhirnya Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto angkat bicara. Ia mengungkap bahwa toilet itu dibangun bukan saat ia menjabat.
"Smart toilet itu bukan di zaman saya. Itu saya cuti. Kalaupun disaat saya aktif, saya sibuk menangkis serangan. Saya tidak urus itu barang," kata Danny, sapaannya, Senin 18 Juli 2022.
Danny Pomanto mengatakan "smart toilet" juga bukan program prioritasnya. Makanya program tersebut tidak masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD Pemkot Makassar.
Anggaran toilet ratusan juta tiap unit itu menggunakan dana insentif daerah atau DID.
"Makanya kalau ada bilang itu program prioritas saya, itu fitnah. Itu tidak masuk RPJMD. Dananya pakai DID," ungkapnya.
Danny juga mengaku heran sebab proyek ini baru diusut sekarang. Padahal kerusakannya sudah cukup lama.
Jika yang dipersoalkan karena tidak sesuai rencana anggaran belanjar (RAB), maka harusnya sudah diusut sejak proyek itu selesai dibangun.
"Kan aneh itu barang. Kenapa baru diselidiki padahal kerusakannya sudah sekian lama. Saat Smart toilet selesai, saya tidak jadi wali kota. Kenapa tidak diselidiki selama dua tahun itu," tanyanya.
Toilet pintar atau smart toilet dibangun sejak tahun 2018. Proyek ini sendiri dikerjakan oleh CV Mulia Jaya Persada.
Toilet itu dibangun di beberapa sekolah SMP dan SD di setiap kecamatan. Tujuannya untuk mengedukasi siswa soal kebersihan dan pola hidup sehat.
Dalam rencana anggaran biaya (RAB), toilet itu didesain modern sedemikian rupa. Bersih dan cantik. Seperti di mal.
Namun, hasilnya tak sesuai kenyataan. Baru beroperasi sebulan, toilet pintar sudah tak layak digunakan.
Kerusakan parah terjadi di SMPN 3 Makassar. Dari hasil pantauan beberapa waktu lalu, kondisi toilet sangat tak layak untuk anak sekolah. Air tak mengalir dan pintu toilet rusak.