SulselNetwork.com — Aksi unjuk rasa mahasiswa dan melakukan orasi secara bergantian dengan membakar ban bekas di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali terjadi.
Ternyata Aliansi Makassar dan buruh se-Makassar ini berunjukrasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan memblokade jalan simpang lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kemudian, massa terlibat aksi dorong dengan petugas kepolisian, lantaran sebuah truk pengangkut gas LPG milik Pertamina yang melintas di lokasi aksi hendak diberhentikan mahasiswa.
Saling dorong pun tak terhindarkan karena pihak kepolisian berusaha melepaskan truk pengangkut gas LPG tersebut dari kepungan mahasiswa yang hendak menyandera truk sebagai simbol penolakan kenaikan harga BBM.
Demo BBM Makassar, Massa akan Kepung Simpang Lima Bandara Hasanuddin
Massa kemudian pasrah dan melepaskan kendaraan truk pengangkut gas LPG milik Pertamina dan mencoba menutup jalan dengan truk tronton yang melintas di lokasi aksi.
Baca Juga: Bungkus atau Skip? Begini Alasan iPhone 14 Disebut Tidak 'Worth It'
Aksi unjuk rasa mahasiswa penolakan harga BBM hingga saat ini masih berlangsung meski sempat diwarnai saling dorong dengan petugas kepolisian.
Sebelumnya, aksi mahasiswa dan buruh di Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dilakukan dengan berjalan kaki dari Jalan Perintis Kemerdekaan sambil mengerahkan tiga unit mobil komando.***