Barru--- Pengerjaan proyek jembatan gantung di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) terbengkalai. Kontraktor pemenang proyek dilaporkan kabur.
Anggota DPRD Barru, Rusdi Cara menjelaskan dirinya telah melihat secara langsung proyek jembatan gantung di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
"Saya tadi pagi meninjau dan sudah tidak yang bekerja. Kontraktornya sudah lari dan tidak menyelesaikan pengerjaan," ungkap anggota DPRD Barru, Rusdi Cara, Senin (20/2/2023).
Anggota Komisi 1 DPRD Barru ini menjelaskan, jembatan tersebut merupakan penghubung warga di Dusun Nepo dan Dusun Lanrae, Desa Nepo. Kehadiran jembatan tersebut diproyeksi memudahkan akses masyarakat ke Kota Barru.
"Kalau itu jembatan ada itu cukup 5 menit warga menyeberang. Sementara selama ini itu masyarakat harus menempuh 30 menit untuk menyeberang sebab memutar jauh," imbuhnya.
Jembatan tersebut dikerjakan dengan anggaran senilai Rp 2,9 miliar dan ditargetkan selesai Desember 2022 lalu. Namun hingga saat ini pengerjaannya tak kunjung selesai.
"Itu proyek jembatan anggarannya Rp 2,9 miliar atau hampir Rp 3 miliar. Seharusnya selesai Desember 2022 lalu, tetapi sampai sekarang itu saya cek di sana baru pengerjaan dasar, belum ada apa-apa," ungkapnya.
Adapun kontraktor yang dipercaya mengerjakan proyek jembatan tersebut yakni CV Tujuh April dan konsultan CV. Auliah Consultant. Anggaran bersumber dari bantuan keuangan Pemprov Sulsel.
Parahnya menurut legislator Golkar ini, bahan material yang kata warga sempat berada di lokasi diangkut kembali oleh pihak kontraktor. Hal tersebut menunjukkan tidak adanya itikad baik untuk menyelesaikan.
"Kata masyarakat di sana, kemarin banyak material yang untuk jembatan tetapi sudah diangkut rekanan (kontraktor)," imbuhnya.
Dia pun berharap agar Pemkab Barru segera mengambil sikap. Tidak membiarkan jembatan tersebut terbengkalai seperti saat ini.
"Ini harus segera dilanjutkan. Kasian masyarakat sudah lama menunggu ini jembatan ada. Jangan dibuat lagi lama dikerjakan," paparnya.