Dutta mendengar suara Nakku.
Dutta : Apakah kamu menangis Nakku?
Nakku kaget.
Nakku : kamu tuan kan?Aku tidak bermimpi bukan?
Dutta : Ya Nakusha,ini aku.
Nakku memegang telepon dengan erat dan menangis.
Naku : Tuan.
Dutta terus mendengarkan,seolah sedang menunggu saat ini.Nakku duduk dengan mata berkaca-kaca.Dutta juga duduk.
Baca Juga: Tokopedia Dorong Pertumbuhan Transaksi di Sulsel Melalui Inisiatif Hyperlocal
Dutta : Hei Nakku,sekarang jangan menangis.
Nakku : Aku sudah mencari tuan kemana-mana?Kemana tuan pergi?
Dutta bersandar di pagar di sebelahnya dengan air mata di matanya.
Nakku : Apakah tuan tahu apa yang sudah terjadi padaku di sini?Tuan tidak tahu,tuan tidak peduli dengan cintaku,tuan tidak mencintaiku.
Dutta : kamu bilang kamu akan datang kepadaku jika aku memanggilmu,apa kamu tidak bisa mendengarkanku?Hatiku memanggilmu.
Nakku terus menangis.
Dutta : Aku tidak bisa jauh darimu lagi Nakku.Dewa menghukumku karena menjauh darimu.
Nakku menangis dengan mendengarkannya.