SulselNetwork.com--Presiden AS Joe Biden membuka ruang dialog untuk bicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin asalkan Rusia menghentikan serangan ke Ukraina. Terakhir, mereka berdua tidak bertemu dalam acara G20 di Bali karena Putin tidak hadir.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Emmanuel Macron dari Prancis, Presiden Joe Biden mengatakan, dia akan terbuka untuk berbicara dengan Vladimir Putin jika pemimpin Rusia memiliki kemauan yang sah dalam negosiasi perdamaian. Untuk saat ini, Biden tidak memiliki rencana menghubungi Putin.
“Saya tidak memiliki rencana segera untuk menghubungi Putin,” kata Biden seperti dilansir dari ABC News, Rabu (7/12).
“(Putin) salah menghitung setiap hal,” katanya.
Baca Juga: Pasukan Putin Disebut Akan Mundur Besar-besaran, Benarkah Rusia Menyerah?
“Jadi, pertanyaannya adalah saya siap jika dia bersedia berbicara untuk mencari tahu apa yang dia bersedia lakukan,” kata Biden.
Namun, ia menegaskan ada syaratnya bicara dengan Putin yaitu dengan berkonsultasi dengan NATO. “Tetapi, saya hanya akan melakukannya dengan berkonsultasi dengan NATO saya. Saya tidak akan melakukannya sendiri,” kata Biden.
Sementara itu, Presiden Macron, mengatakan terserah Ukraina untuk datang ke meja perundingan. Ia berharap ada upaya damai antara Ukraina dan Rusia.
“Jadi, sah-sah saja jika Presiden Zelenskyy menetapkan beberapa syarat untuk berbicara. Kita perlu mengupayakan apa yang bisa mengarah pada kesepakatan damai. Tapi, dia harus memberi tahu kita kapan waktunya tiba dan apa pilihan Ukraina,” kata Macron.
Artikel Terkait
Belum Sehari Tandatangani Kesepakatan di Istanbul, Ukraina Merasa Dikhianati Rusia Atas Serangan di Odessa
Tuding Rusia Gunakan Pasukan Sebagai Tameng Nuklir di Ukraina, AS Sebut Berisiko Picu Kecelakaan Mengerikan
Tak Mau Dipaksa Ikut Wajib Militer Lawan Ukraina, Ribuan Warga Rusia Pilih Kabur
Putin Marah! Rusia Beri Serangan Baru Roket yang Menghantam 8 Kota Ukraina
Presiden Ukraina Zelensky Emosi Saat Curhat di KTT G20 Bali, Ini Penyebabnya