Shalat Witir Setelah Tarawih Apakah Boleh Tahajud di Malam Harinya? Simak Jawaban Ustadz Adi Hidayat

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Sabtu, 1 April 2023 | 21:27 WIB
Ustaz Adi Hidayat (YouTube Adi Hidayat Official)
Ustaz Adi Hidayat (YouTube Adi Hidayat Official)
 
 
SulselNetwork.com — Masih banyak yang menyebut, ketika orang setelah shalat tarwih melaksanakan witir, maka tidak bisa melaksanakan shalat Tahajud lagi. Ada pula yang berpendapa sebaliknya.
 
Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube Qultum TV, salah satu jamaah mempertanyakan hal tersebut.
 
Dirinya bertanya, bagaimana dengan shalat witir bisa diterjemahkan sebagai penutup shalat? Sehingga ketika di bulan Ramadan, merasa ragu untuk melaksanakan shalat witir setelah tarwih. 
 
Jamaah ini penasaran apakah setelah melaksanakan witir setelah shalat Isya dan tarwih dan ditutup dengan witir, orang tidak bisa shalat lagi. Apakah itu ada dalilnya?
 
 
Ustadz Adi Hidayat kemudian memberikan jawabannya. Beliau mengatakan, apa itu witir? dari bahasa, witir itu artinya segala yang ganjil. 
 
“Para ulama memahami bahwa witir ini, dengan dua pendekatan,” katanya.
 
Pendekatan yang pertama, jelas Ustadz Adi Hidayat adalah pendekatan yang disepakati 
witir adalah penutup dari shalat yang ditunaikan. 
 
“Jadi kalau kita witir di malam setelah shalat isya atau tarwih di bulan ramadhan, artinya kita menutup shalat, shalat terakhir yang ditunaikan di malam hari untuk menutup rangkaian shalat kita, Jelas yah?” Jelasnya.
 
Dirinya melanjutkan, “Jadi misal sudah tarwih, kemudian witir, maka sudah, selama malam, sudah tidak ada lagi shalatnya. Malamnya hanya diisi dengan dzikir dan tilawah atau amalan lainnya,”
 
Jadi orang dengan pemahaman seperti ini, menurut Ustadz Adi Hidayat, ketika dia ingin melaksanakan shalat malam (Tahajud), dia tidak witir dulu.
 
 
“Setelah tarwih, tidak witir dulu, nanti setelah salat tahajud barulah witir,” sebutnya.
 
Pemahaman ulama yang kedua, yang terdapat perbedaannya apa, perbedaannya witir adalah rangkain untuk menutup shalat-shalat yang sebelumnya. 
 
Tp dia bisa dibuka kembali. Jadi menutup yang sebelumnya, membuka yang baru. Jadi bukan berarti setelah witir itu ngga bisa salat lagi.
 
“Misalnya shalat dari subuh sampai isya sampai malam saya tahajud dan saya ingin tutup rangkaian tahajud saya hingga ke subuh tadi maka penutupnya itu witir. Tutup selesai untuk hati ini. Jadi witir menandakan shalat yang saya laksanakan seharian saya tutup semuanya,” tuturnya.
 
“Kalau saya ingin membuka yang baru lagi untuk yang selanjutnya boleh nggak? Boleh, sah sah saja,” pungkas Adi Hidayat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X