SULSEL NETWORK -- Puasa arafah memiliki keutamaan tersendiri yang harus dipahami oleh semua umat muslim. Puasa arafah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, sehingga termasuk ke dalam puasa sunah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkad.
Puasa ini dilakukan setelah melaksanakan puasa sunah Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan setelah itu dianjurkan menjalankan puasa Arafah. Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah tanggal 9 dzulhijjah setelah jamaah haji melakukan wukuf di padang Arafah.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim agar dapat turut merasakan nikmatnya beribadah seperti yang dirasakan oleh para jamaah haji. Namun, bagi muslim yang melaksanakan ibadah haji, haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.
1. Niat puasa Arafah dan tata caranya
Puasa Arafah sama seperti puasa biasa lainnya, yaitu melafalkan niat puasa Arafah pada waktu malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa ini.
Baca Juga: Inilah 7 Langkah-langkah Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Dianjurkan Syariat Islam
Berikut adalah bacaan niat Puasa Arafah
“ Nawaitu Sauma Arofah Sunnatan Lillaahi Ta’aala”
Artinya, “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala“.
Namun, bagaimana jika lupa melafalkan niat puasa Arafah pada malam hari?
Tidak perlu khawatir, karena puasa Arafah bukanlah puasa wajib, maka kita tetap diperbolehkan mengucapkan niat tersebut di waktu subuh.
Berikut ini keutamaan puasa sunah Arafah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah
2. Menghapus Dosa Dua Tahun
Keutamaan Puasa Arafah yang sudah banyak diketahui adalah dapat menghapus dosa seseorang selama dua tahun. Dosa yang dimaksud adalah dosa tahun sebelumnya dan dosa tahun sesudahnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah, dari Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: