SulselNetwork.com -- Saat menuntut ilmu, baik perkara dunia maupun agama, seringkali kamu disuru harus menghafal dan memahami suatu pelajaran oleb guru atau dosen.
Untuk mendapatkan nilai terbaik, tentunya kamu melakukan berbagai cara agar apa yang dipelajari tidak sia-sia.
Ikhtiar untuk hafal dan paham pelajaran sudah dilakukan. Mencoba untuk mempelajari materi sebelum dan sesudah belajar, tapi biaaanya tak kunjung paham juga.
Saat itu terjadi, kamu dapat melengkapi ikhtiar yang sudah dilakukan dengan doa. Dengan ikhtiar batiniah, harapannya Allah SWT memberikan kemudahan dalam menghafal dan memahami pelajaran.
Baca Juga: Cantik Alami! Bacalah Doa-doa ini Agar Aura Wajah Pancarkan Cahaya, Bisa Dibaca Setiap Har
Bacaan doa agar mudah hafal dan paham pelajaran terdapat dalam kitab Perukunan Melayu Besar. Kitab ini setengahnya diambil dari karya Syekh Muhammad Arsyad Banjar.
Berikut adalah bacaan doa agar mudah hafal dan paham yang dapat diamalkan.
فَفَهَّمْنَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُدَ الجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ يَا حَيُّ، يَا قَيُّوْمُ، يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إِبْرَاهِيْمَ، وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةَ وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab-latin: Fafahhamnā Sulaimāna, wa kullan ātaynā hukman wa ‘ilman, wa sakhkharnā ma‘a Dāwūdal jibāla yusabbihna wat thayra, wa kunnā fā‘ilīn. Yā hayyu, yā qayyūmu, yā rabba Mūsā wa Hārūn, wa rabba Ibrāhīm, way ā rabba Muhammadin shallallāhu ‘alayhi wa sallama ‘alayhim ajma‘īn. Allāhummarzqniyal fahma, wal ‘ilma, wal hikmata, wal ‘aqla, bi rahmatika, yā arhamar rāhimīn.
Mengutip situs resmi NU, berikut arti dari doa agar mudah dan paham pelajaran.
“Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman. Setiap dari mereka Kami berikan kebijaksanaan dan ilmu. Kami tundukkan gunung dan burung kepada Dawud. Mereka bertasbih. Kami lah yang melakukan itu semua.
Wahai zat yang hidup, wahai zat yang tegak, wahai Tuhan Musa, Harun, Tuhan Ibrahim, wahai Tuhan Muhammad SAW.
Ya Allah, karuniakan aku pemahaman, ilmu, kebijaksanaan, dan akal dengan rahmat-Mu wahai zat yang maha pengasih." (Lihat Perukunan Melayu Besar, [Jakarta, Alaydrus: tanpa catatan tahun], halaman 99).