SulselNetwork.com -- Kiromal Katibin keluar sebagai peraih medali emas cabang olahraga panjat tebing PON XXI 2024 Aceh-Sumut, Rabu, 11 September 2024.
Dalam laga final yang berlangsung di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, dia mengalahkan atlet Jawa Timur Samudra Dewantara dengan catatan waktu finis 4,83 detik.
Atlet yang mewakili Provinsi Jawa Tengah itu sebelumnya menumbangkan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo di babak perempat final. Namanya pun cukup menjadi sorotan sampai akhirnya sukses membawa pulang medali emas.
Baca Juga: Sukses Lakukan Uji Coba Penerbangan di Bandara IKN, Menhub Sampaikan Hal Ini
Kiromal mempersembahkan medali emas PON 2024 ini untuk kedua orang tuanya. "Karena tanda doa orang tua, saya tidak bisa kayak gini. Dan terima kasih juga untuk masyarakat Jateng dan teman-teman saya," ujar dia seusai pertandingan dikutip dari Antara.
Profil Kiromal Katibin
Kiromal Katibin merupakan atlet panjat tebing kelahiran Batang, Jawa Tengah pada 21 Agustus 2000. Ia telah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia panjat tebing di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Panjat tebing telah digelutinya sejak kecil. Atlet berusia 24 tahun itu mengaku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan olahraga tersebut.
"Pertama kali mengenal panjat tebing pada 2007. Pertama kali melihat panjat tebing di Alun-Alun Batang saat ada Praporprov (Pra Pekan Olahraga Provinsi)," ujar dia dikutip dari laman resmi FPTI.
Pada 2009, Kiromal mulai berlatih panjat tebing di Kabupaten Batang. Kejurda Kelompok Umur di Karangnya pada 2009 menjadi ajang pertama yang diikutinya.
Ia sukses lolos ke Kejuaraan Nasional di Yogyakarta pada tahun yang sama. Sejak saat itu, dia rutin mengikuti Kejuaraan nasional. "Tiap tahun ikut Kejurnas, 2010, 2011, 2012. Tahun 2013 dan 2014 tidak ikut. Kembali lagi 2015."
Baca Juga: Jeneponto Raih Predikat Kabupaten Tertinggi Transaksi KKPD di Sulawesi Selatan
Kiromal meraih medali emas pertama di nomor speed dalam ajang Kejurnas di Bangka Belitung pada 2016. Ia kembali meraih prestasi serupa pada 2017. Medali emas kembali diraih dalam ajang Popnas untuk nomor speed world record. Selain itu, ia juga menyabet medali perak untuk kategori speed klasik dan boulder.
Orang tuanya memberikan restu kepadanya saat memutuskan fokus berkarier menjadi atlet panjat tebing. "Orang tua sudah melepas. Mau ke mana saja terserah. Yang penting bahagia," ucapnya.
Pada 2018, Kiromal mendapat panggilan bergabung ke pelatnas untuk menjadi salah satu wakil Indonesia di Asian Games 2018. Namun sebelumnya, dia lebih dulu debut dalam ajang internasional bertajuk Asian Youth di Singapura, tetapi masih gagal meraih medali.
Artikel Terkait
Prof Zudan Ikut Jejak Andi Sudirman, Terima Penghargaan Anugerah Perkebunan Indonesia 2024
Menyatukan Olahraga dan Seni, BINUS @Kemanggisan Rayakan Hari Olahraga Nasional dengan Mendapatkan Rekor MURI
Sukses Lakukan Uji Coba Penerbangan di Bandara IKN, Menhub Sampaikan Hal Ini
Jumlah Pelamar CPNS 2024 per Instansi Bisa Diketahui, Ini Data Terbaru BKN
Jeneponto Raih Predikat Kabupaten Tertinggi Transaksi KKPD di Sulawesi Selatan