peristiwa

Operasi SAR Hari Keempat Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim Fokus Penyisiran Lokasi Temuan Berdasarkan Koordinat di Pegunungan Bulu Saraung

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:23 WIB
Basarnas Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat, Fokus Maksimalkan Golden Time untuk Evakuasi Korban

 

SULSEL NETWORK — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat pada Selasa, 20 Januari 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa fokus utama pencarian hari ini diarahkan pada penyisiran lanjutan di lokasi-lokasi temuan, baik barang-barang milik korban maupun bagian-bagian pesawat.

Dalam penjelasannya mengenai strategi di lapangan, Muhammad Arif Anwar mengungkapkan bahwa tim terus bergerak secara sistematis di titik-titik krusial.

“Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” kata Arif.

Tim SAR gabungan yang dibagi ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) memfokuskan pencarian pada sektor-sektor yang telah terpetakan berdasarkan koordinat temuan korban, barang pribadi, serta bagian badan pesawat.

Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan tebing curam dengan perkiraan kedalaman ratusan meter dari puncak, pembagian tugas dilakukan secara spesifik. SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, meliputi lokasi korban pertama, serpihan jendela pesawat, mesin pertama, tangga kursi, hingga lokasi temuan korban kedua di sekitar area sayap dan mesin kedua pesawat dekat air terjun.

“SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, antara lain lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun,” ujarnya.

Baca Juga: Basarnas Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat di Gunung Bulusaraung, Fokus Maksimalkan Golden Time untuk Evakuasi Korban

Sementara itu, SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter. Di sisi lain, proses pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru dilaksanakan oleh SRU 7 dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Dukungan dari sektor udara juga diperkuat oleh SRU 9 yang menggunakan helikopter dari Lanud Hasanuddin untuk menyisir seluruh sektor pencarian di kawasan Pegunungan Bulu Saraung guna memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat. Meskipun situasi di lapangan sangat menantang, Arif menegaskan komitmen tim dalam menjalankan tugas ini.

“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” tegas Arif.

Operasi SAR berskala besar ini terus melibatkan sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya. Pihak berwenang memastikan bahwa perkembangan selanjutnya terkait pencarian dan evakuasi akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Tags

Terkini