"Saya (sebagai ibu) sudah mendapatkan firasat tidak enak di hati, seperti ada yang berbisik 'ayo segera temui anakmu', begitu," tuturnya.
"Saat menemuinya, benar saja, anak saya ada di tangan orang lain, untungnya belum jauh, kalau sudah jauh, tidak tahu bagaimana nasibnya," jelas Nina.
Nina kemudian memanggil perawat, namun petugas RSHS Bandung itu diduga berdalih namanya sudah lama dipanggil tapi tak ada respon.
Kondisi itu pun kini dianggap Nina sebagai trauma, dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali baginya maupun orang lain.
Hingga berita ini terbit, pihak RSHS Kota Bandung belum memberikan keterangan resmi ihwal dugaan insiden yang disampaikan warga asal Cicalengka tersebut.***