SulselNetwork.com -- Drama mantan pacar Anggi Anggraeni masih ramai diperbincangkan, salah satu yang viral di media sosial karena kasusnya kini menjadi perbincangan warganett.
Adalah Fahmi Husaeni, pria ini viral setelah istrinya "hilang" hanya sehari setelah akad nikah, melalui sosial media Fahmi mengaku tidak menyangka pernikahannya akan berakhir seperti itu.
Kesedihan pun diungkap mantan suami perempuan bernama Anggi Anggraeni tersebut melalui beberapa unggahan di akun TikTok-nya.
Yang baru-baru ini menjadi sensasi online, dengan catatan hampir empat juta penayangan saat artikel ini ditulis, memperlihatkan Fahmi Husaeni dan Anggi melakukan sesi foto.
Baca Juga: Sinopsis KASAUTII ANTV 12 Juli Episode 52: Anurag Gagalkan Rencana Komolika dan Selamatkan Shivani
Bersama sederet potret yang disusun jadi video singkat tersebut, Fahmi menulis, "Jangan pernah mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya!!!"
Ini merujuk pada fakta bahwa Anggi pergi dari sisinya untuk kembali pada sang mantan pacar. Di unggahan tersebut, ia juga menyertakan foto yang "menghilangkan" Anggi, seolah jadi simbol kepergian setelah pernikahan kilat mereka.
Fahmi, yang di foto aslinya berada di sisi Anggi, disunting jadi berdiri sendiri. Warganett pun memberi semangat dan mengaku prihatin dengan situasi Fahmi yang ditinggalkan Anggi demi mantan pacarnya.
Salah satunya berkomentar, "Minta pembatalan nikah ke Pengadilan Agama sekaligus ganti rugi ke keluarga istri," yang disetujui banyak pengguna TikTok lain.
Baca Juga: Review Drama Twenty Five Twenty One, Kisah Para Remaja dengan Ending Terindah dan Realistis
"Setuju. Biar jadi pembelajaran. Selain malu, enggak bisa bayangin gimana sakitnya," timpal seorang TikToker.
"Kok ikut ngerasain sakit ya. Sabar ya a. Semoga dapat jodoh terbaik. Aamin," tulis yang lain.
"Nikmati kesedihanmu saat ini, tapi jangan berlarut. Setelah itu, melangkahlah maju. Sesungguhnya, kebahagiaan telah menunggu. Semangat terus kang."
Hartanto mengatakan, setelah Anggi dipulangkan ke rumah, ia dan suaminya melakukan mediasi.