Pemerintah Singapura Beri Jawaban Mengapa UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Ini Alasannya

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 18 Mei 2022 | 12:43 WIB
Pemerintah Singapura Beri Jawaban Mengapa UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Ini Alasannya (UAS Official)
Pemerintah Singapura Beri Jawaban Mengapa UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Ini Alasannya (UAS Official)

SULSEL NETWORK -- Pemerintah Singapura akhirnya memberi jawaban terkait pihaknya yang menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk masuk ke Singapura.

Pada pernyataan MHA yang dibagikan, alasan UAS ditolak masuk ke Singapura salah satunya karena UAS dianggap menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

Bahkan, UAS dituding berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

Olehnya itu, Pemerintah Singapura mengambil sikap yakni, UAS dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura.

Baca Juga: Sinopsis Aku Bukan Wanit Pilihan Selasa 17 Mei 2022: Andi Menemui Radit dan Mengungkap Sebuah Rahasia

Berikut Pernyataan MHA Menanggapi Pertanyaan Media Tentang Abdul Somad Batubara, dikutip mha.gov.sg, Rabu 18 Mei 2022

1. Kementerian Dalam Negeri (MHA) memastikan bahwa ustadz Abdul Somad Batubara (Somad) tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan.

Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama.

2. Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.

Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "orang kafir".jin (roh/setan)”.

Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai “kafir” (kafir).

3. Masuknya seorang pengunjung ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Setiap kasus dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri.

Sementara, Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X