Jasad Brigadir J Diautopsi Ulang Pagi Ini, TPU Muaro Jambi Dipenuhi Orang Sejak Dinihari Tadi

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Rabu, 27 Juli 2022 | 10:25 WIB
Bharada E Datangi Komnas HAM untuk Jalani Pemeriksaan atas Kasus Kematian Brigadir J (NET)
Bharada E Datangi Komnas HAM untuk Jalani Pemeriksaan atas Kasus Kematian Brigadir J (NET)

SulselNetwork.com -- Pagi ini Rabu 27 Juli 2022, Jasad Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat akan diekshumasi dan diautopsi ulang.

Proses ekshumasi atau penggalian makam Brigadir J akan digelar pukul 07.00 WIB.

Suasana makam Brigadir J di Tempat Pemakaman Umum Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi pun sudah ramai sejak dini hari.

Penjagaan proses ekshumasi bahkan sudah dilakukan beberapa hari sebelum jadwal ekshumasi, hari ini.

Baca Juga: Sinopsis Gangaa Rabu 27 Juli 2022: Kemarahan Jhanvi Akibat Ganga Mengungkap Semua Kebenaran Tentangnya

Ekshumasi dan autopsi ulang jasad Brigadir J dilakukan karena keluarga tidak terima dengan hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati.

Sehingga mereka mengajukan permohonan autopsi ulang untuk mendapat jawaban penyebab kematian Yosua.

Sementara itu, proses autopsi akan digelar di RSUD Sungai Bahar.

Sebab lokasi makam Brigadir J dinilai kurang layak dan terlalu dekat dengan permukiman.

"Dari tinjauan makam Brigadir J kemarin, kata dokter forensik layaknya autopsi ulang dilaksanakan di RSUD Sungai Bahar," ujar Direktur RSUD Sungai Bahar, dr. Aang Hambali pada saat pertemua dengan Kapolda Jambi A Rahmad Wibowo Minggu, 24 Juli 2022. lalu.

Aang Hambali menjelaskan jika pihaknya telah mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan agar kerja tim independen saat autopsi ulang bisa maksimal.

Proses ekshumasi atau autopsi ulang jasad Brigadir J akan dilakukan oleh 7 hingga 10 dokter forensik.

Baca Juga: Pacu Peningkatan Literasi Finansial Milenial, PermataBank Gelar PermataBank National Business Case Competition

“Dari Polri ada Dokpol Forensik. Kalau dari eksternal ada Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), RSCM dan Dokter Forensik dari beberapa Universitas. Jumlahnya di atas 7 sampai 10 orang lebih,” ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, beberapa waktu sebelumnya. (SUNET)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X