SulselNetwork.com-- Juru bicara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Muhammad Said Didu maklum Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Drajat Wibowo mengusulkan saling sanggah dalam debat capres dan cawapres di Pilpres 2024 dihilangkan atau dikurangi.
Pasalnya menurut Said Didu, tugas Djarot Wibowo sebagai TKN Prabowo-Gibran sangat berat, karena sebagai ilmuwan harus melindungi putra mahkota, dan ini mengarah pada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya maklumi betapa beratnya tugas teman lama saya pak Drajat Wibowo ini. Beliau ilmuwan yang harus pasang badan melindungi putra mahkota," ucapnya dikutip dari akun X pribadinya, Kamis (7/12).
Baca Juga: Pernyataan Terbaru Kubu AMIN Soal Kelanjutan IKN, Hormati UU Tapi Bakal Lakukan Hal Ini
Sebelumnya, Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Drajat Wibowo mengaku bahwa pihaknya telah mengusulkan saling sanggah dalam debat capres atau cawapres dihilangkan atau dikurangi pada rapat antara timses pasangan calon dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Memang ada usulan dari kita agar debatnya tidak menjadi saling sanggah, karena itu, sesi saling sanggahnya kalau bisa dikurangi, atau dihilangkan,” kata Drajat.
Artikel Terkait
Tokoh NU Heran Foto Erick Thohir Nyasar Sampai Kampungnya, Said Didu Singgung Orang Berahlak
Anies Bersyukur Akhirnya JIS Dapat Digunakan di Era Erick Thohir
Survei yang Selalu Unggulkan Prabowo-Gibran Diduga Pesanan, Pengamat Politik Beber Tujuan Tersembunyinya