Penampilan Ganjar Dipuji Panelis Debat Kelima Pilpres 2024, Singgung Kasus Seniman Butet Kartaredjasa

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Senin, 5 Februari 2024 | 12:47 WIB
Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo pada debat kelima capres.
Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo pada debat kelima capres.

SulselNetwork.com--Panelis debat kelima Pilpres 2024 Paschalis Maria Laksono mengatakan hanya Ganjar Pranowo yang mampu menyelami ranah inspirasi untuk kehidupan bersama di tengah kasus seniman Butet Kartaredjasa.

"Hanya paslon (pasangan calon) 3 (Ganjar) mampu menyelami ranah gagasan atau ranah inspirasi untuk kehidupan bersama meski dengan kasus proses kreasi seni (Butet) yang terbelenggu," ujar Laksono saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada itu pun menilai pengertian tentang kebudayaan masih terlalu dangkal dan terbatas pada urusan material.

Oleh karena itu, dia menilai jawaban Ganjar nyaris sempurna saat merespons tema kebudayaan. "Kalau yang jawabannya nyaris sempurna atas pertanyaan saya hanya nomor tiga (Ganjar)," katanya.

Baca Juga: Masa Kampanye Sisa 3 Minggu Lagi, Ganjar Minta Tim Pemenangan Terus Turun ke Masyarakat

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan bahwa birokrat cukup memfasilitasi kebutuhan pelaku seni sehingga pelaku seni tinggal mengerjakan tugasnya.

"Birokrat itu cukup fasilitasi saja. Para pelaku seni, budayawan, dialah yang mengerjakan. Maka budaya akan tumbuh dan pemerintah akan bisa melihat bagaimana proses kreatif itu berjalan. Apakah itu nyanyi, apakah filmmakers (pembuat film), apakah itu para pencipta, penulis buku. Semuanya," kata Ganjar pada debat terakhir Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta, Minggu (4/2) malam.

Selain itu, Ganjar mengatakan pelaku seni harus dilindungi oleh pemerintah, dan pemerintah tidak perlu takut dengan mereka.

Ganjar juga mengatakan bahwa pemerintah memerlukan kritik dari pelaku seni sehingga, menurut dia, kebebasan berekspresi oleh pelaku seni tetap diperlukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X