SulselNetwork.com--Kontestan Pilpres 2024 Mahfud MD belum bisa memberikan jawaban soal apakah dirinya akan bergabung dengan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Ini pertanyaan yang dijawab apapun menjadi kontroversial," ungkap Mahfud saat menjadi narasumber dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (26/4).
Menurutnya, jika dirinya bergabung dengan kubu Prabowo-Gibran maka akan jadi persoalan etik. Sementara andai dirinya menolak untuk merapat, publik juga pasti akan bertanya-tanya alasannya.
"Oleh sebab itu saya tidak akan menjawab itu kecuali kepada pihak yang berwenang atau punya hak menanyakan itu dan mendapat jawaban itu," jelasnya.
Menurut mantan Menkopolhukam kabinet Indonesia Maju itu, dalam dunia politik, jabatan strategis seharusnya diberikan kepada pihak-pihak yang telah berjuang keras memenangkan paslon.
"Kalau diberikan kepada lawannya, untuk apa juga mendukung-dukung? Nah itu pikiran saya," tandas Mahfud MD.
Baca Juga: Tim Hukum Ganjar-Mahfud beber 5 Pelanggaran Pilpres 2024, Optimis MK Kabulkan Gugatan PHPU
Pada Pilpres kemarin, Mahfud MD berpasangan dengan Ganjar Pranowo. Pasangan ini hanya meraup 27.040.878 suara.
Berdasarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinyatakan menang dengan memperoleh 96.214.691 suara.
Sementara itu, pasangan Capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, hanya mengantongi 40.971.906 suara.
Artikel Terkait
Mahfud MD Janji Bakal Jamin Perlindungan Hukum ke Pengemudi Ojol
Hasil Exit Poll Luar Negeri Pilpres 2024 Menangkan Ganjar-Mahfud di AS dan Australia, di Kota Ini Tembus 56,7 Persen
Ambil Alih Jabatan Mahfud MD di Kemenkopolhukam, Ini Langkah Pertama yang Akan Dilakukan Hadi Tjahjanto
Hak Angket Butuh Waktu Berbulan-bulan, Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Senasib dengan Soeharto