SulselNetwork.com-- Pegiat media sosial, Chusnus Chotimah mengomentari pernyataan Budiman Sudjatmiko soal pernyataan Ganjar Pranowo yang siap menjadi oposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebelumnya, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Budiman Sudjatmiko, menanggapi sikap Ganjar Pranowo yang menyatakan bakal menjadi oposisi.
Budiman mengatakan sikap Ganjar yang mendeklarasikan sebagai opsisi merupakan sikap individu atau pribadi, bukan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.
Karena merupakan sikap individu atau pribadi, kata Budiman, maka tidak bisa disebut sebagai oposisi, melainkan cuma kritikus.
Baca Juga: Soroti Posisi Gibran Saat Dampingi Prabowo Temui MBZ, Jhon Sitorus: Terlihat Sebagai Ajudan Pribadi
"Pernyataannya oposisi itu saya pikir itu kan urusan partai, kalau individu itu bukan oposisi, tapi kritikus. Yang bisa beroposisi partainya," kata Budiman dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/5/2024).
Budiman menegaskan jika ada sebuah partai yang menyatakan diri berada di luar pemerintahan, maka itu baru bisa disebut sebagai oposisi.
Pernyataan Budiman itu ditimpali Chusnul Chotimah lewat akun media sosial X miliknya @ch_chotimah2.
Dia mengungkit pernyataan lama Budiman di bulan September 2023 lalu. Di mana saat itu Budiman mengaku akan jadi oposisi jika usulannya tak disetujui Prabowo.
Baca Juga: Terungkap, Rekomendasi Pemecatan Budiman Sudjatmiko dari PDIP Telah Keluar Sejak Hari Senin
"Tahun lalu Budiman Sudjatmiko siap jadi oposisi, ga heboh biasa aja, mungkin Krn ga penting.
Giliran Ganjar yg siap jadi oposisi, dari Prabowo sampai buzzeRPnya semua bersuara," kata Chusnul dikutip SulselNetwork, Kamis (16/5/2024).
"Yg lucu Budiman, sampai bilang kalo individu bkn oposisi, dia lupa dgn omongan dia sendiri. Bungulnya," sambungnya.
Artikel Terkait
Tim Hukum Ganjar-Mahfud beber 5 Pelanggaran Pilpres 2024, Optimis MK Kabulkan Gugatan PHPU
Respons Keinginan Gibran Temui Dirinya, Ganjar Pranowo: Pintu Saya Tidak Pernah Tertutup
Ganjar Pranowo Dapat Tugas Baru dari PDIP di Pilkada Serentak 2024, Ini Penjelasan Hasto