SulselNetwork.com--Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi unggul di sejumlah lembaga survei.
Terbaru, Lembaga Script Survei Indonesia (SSI) merilis hasil survei pada September 2024 terkait elektabilitas pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilnya menunjukkan bahwa paslon nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati), unggul jauh dari pesaingnya, paslon nomor urut 1, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto-Azhar Arsyad (DIA).
Paslon Andalan Hati meraih elektabilitas sebesar 65,24 persen, sementara paslon DIA hanya 18,66 persen. Responden yang belum menentukan pilihan berjumlah 16,10 persen. Dengan selisih yang cukup jauh, Andalan Hati diprediksi sulit untuk terkejar.
Baca Juga: Unggul Telak di Survei SSI, Andalan Hati Target Kemenangan di Pilgub Sulsel Hingga 75 Persen
Dalam survei SSI, disimpulkan bahwa keunggulan telak paslon Andalan Hati disebabkan oleh faktor petahana serta kepuasan masyarakat Sulsel terhadap kinerja Gubernur Sulsel Periode 2021-2023 Andi Sudirman Sulaiman.
Menanggapi hal itu, Pengamat yang juga Dosen Psikologi Politik UNM, Muhammad Rhesa mengaku, bahwa hasil survei tersebut membuktikan efektivitas dari 2M, yakni Machine and Man.
“Pada aspek Machine, mengindikasikan kerja-kerja dari koalisi besar partai pengusung dan pendukung yang bekerja hingga ke level daerah. Terlebih survei ini dilaksanakan pasca pendaftaran di KPU, itu artinya konsolidasi dan sosialisasi oleh partai mulai bergerak ke bawah,” jelasnya.
Baca Juga: Andalan-Hati Dapat Nomor Urut 2 di Pilgub Sulsel, Jubir Beberkan Maknanya
Pasangan berakronim Andalan Hati juga ini, memiliki organ non partai yang sebelumnya memang sudah memberi sinyal mulai bergerak melakukan aktivitas massa hingga kelompok kecil. Terlebih, faktor kerja nyata yang ditunjukkan Andi Sudirman semasa menjabat. Pembangunan yang dilakukan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada aspek Man, figur Andi Sudirman sejauh ini cukup mampu menyelesaikan program hingga level daerah utamanya pembangunan infrastruktur seperti jalanan hingga kinerja mudah dikonfirmasi langsung oleh publik,” tuturnya. .
Rhesa mengaku, melihat adanya peran basis-basis suara secara sosiologis yang tak bisa dipisahkan sebagai faktor preseden di survei ini. “Bisa kita lihat pada pencapaian Andi Sudirman - Fatma yang dominan di Kabupaten Bone dan Sidrap, sementara Danny Pomantho cukup mampu memberikan perlawanan di Kota Makassar yang notabene daerah dengan jumlah pemilih paling besar di Sulsel,” katanya.
Hasil survei ini juga, lanjut dia, linier dengan rilis dari lembaga berbeda di bulan sebelumnya, dari PT. IPI, secara urutan perolehan, hasilnya masih sama, Andi Sudirman - Fatma unggul. “Artinya sejauh ini hasilnya konsisten dan kita lihat memang belum ada gerakan signifikan sebagai calon penantang yang dilakukan pasangan Danny - Azhar. Sejauh ini, dalam komunikasi publiknya Danny sudah menyampaikan bahwa mesin struktur paslonnya juga usdah siap hingga ke daerah , tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dinyalakan. Saya kira ini layak dinantikan agar situasi pilgub makin kompetitif apalagi pasca penetapan nomor urut di KPU, momentum untuk menyajikan gagasan tandingan makin terbuka,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Susul Gerindra, 3 Parpol Ini Segera Beri Rekomendasi ke Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel
Fitnah Mulai Serang Andi Sudirman, Jubir Andalan Hati : Upaya Menjatuhkan Kandidat Terkuat d Pilgub
Indikator Rilis Survei Pilgub Sulsel, Elektabilitas Andi Sudirman Unggul Jauh dari Danny Pomanto
Namanya Dicatut Dukung Salah Satu Paslon, Prof NA: Saya Tidak Urus Pilgub, Saya Fokus Urus Bisnis Saja