Tak hanya itu, transportasi umum juga menjadi sorotan dalam diskusi. Para pemuda mengusulkan perbaikan sarana transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti pengadaan bus listrik dan integrasi jalur sepeda.
Menurut mereka, hal ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan tetapi juga memperbaiki kualitas udara di Makassar.
Ilham menyambut baik usulan ini dan berjanji akan mengupayakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi, serta mudah diakses semua lapisan masyarakat
Terakhir, wawasan lingkungan menjadi pokok pembicaraan yang hangat. Ilham mengapresiasi kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan, terutama dalam upaya menjaga kelestarian pesisir dan pengelolaan sampah plastik.
Baca Juga: Ilham Fauzi dalam Debat: Digitalisasi Pendataan Lewat Kolaborasi RT/RW dan Pemuda
Ia berkomitmen untuk memperkuat program hijau di Makassar, seperti pengembangan taman kota, peningkatan pengelolaan limbah, serta program edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Semua poin ini sangat relevan dan penting. Pemuda Makassar tidak hanya peduli pada hari ini, tetapi juga masa depan. Saya bangga mendengarkan aspirasi mereka, dan saya siap membawa perubahan yang positif bagi kota ini,” tutup Ilham.
Aksi “penculikan” calon kepala daerah ini dipandu oleh Rian Fahardhi, konten kreator yang sering membahas tentang politik, sekaligus mengkritik pemerintah.
Banyak orang yang mengapresiasi langkah aktif pemuda kota dalam menyuarakan isu-isu krusial. Aksi “penculikan” ala Rengasdengklok ini disebut sebagai bukti nyata semangat generasi muda Makassar untuk mewujudkan kota yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kontrak politik oleh pasangan calon nomor urut 3, Indira Yusuf Ismail - Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (INiMI), terkait beberapa isu yang harus diselesaikan jika terpilih nanti.(*)