SulselNetwork.com -- Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, masih ramai jadi bahan perbincangan, salah satunya dalam urusan politik.
Nama mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan pun ikut terseret dalam peristiwa kebakaran di kawasan Tanah Merah terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyalahkan Anies dalam kasus kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang terjadi pada Jumat malam, 3 maret 2023.
Menurut politikus PDIP, yang juga anggota DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak, Anies harus ikut bertanggung jawab dalam kebakaran depo Pertamina yang menewaskan setidaknya, menurut data BPBD DKI, sebanyak 17 orang meninggal.
Baca Juga: Sinopsis Tajwid Cinta 8 Maret 2022: Keberadaan Dafri Masih Misterius, Sosok ini Ditemukan di Hutan
"Anies sepatutnya ikut bertanggung jawab dalam musibah kebakaran Plumpang," demikian Gilbert menulis judul keterangan tertulis yang ia kirim ke media, pada Sabtu, 4 Maret 2023. Kurang dari 24 jam sejak terjadi ledakan di Depo Pertamina Plumpang.
Ia mengatakan sejak awal sudah diketahui bahwa lahan di dekat Depo Pertamina Plumpang tidak boleh ditempati penduduk dengan jarak tertentu.
"Lahan tersebut adalah milik PT Pertamina yang ditempati warga, akan tetapi oleh Anies sewaktu menjabat Gubernur diberi IMB, yang jelas bertentangan dengan peraturan," katanya.
Sehari kemudian, politikus PSI yang juga Sekretaris Fraksi DPRD DKI Jakarta William A. Sarana mengkritik Anies yang mengeluarkan IMB di Tanah Merah, yang merupakan lokasi kebakaran Depo Pertamina.
“Harusnya Pak Anies mengajak warga untuk pindah ke lokasi yang aman, ini malah dikasih IMB. Ini pembelajaran penting, pemimpin harus punya ketegasan, jangan cuma mau ambil kebijakan yang enak didengar tapi bisa mencelakakan masyarakat,” kata William pada Ahad, 5 Maret 2023.
Pada saat yang sama, William mengapresiasi langkah Gubernur sebelum Anies, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang pernah mengajak warga untuk pindah karena permukiman yang mereka tinggali sangat berbahaya, karena dekat dengan Depo Pertamina.***