politik

Sindir Presiden Jokowi, Kader Demokrat: Sejak Jadi Gubernur Gak Bisa 'Dipegang' Omongannya

Senin, 5 September 2022 | 10:48 WIB
Yan Harahap (Foto: Twitter @YanHarahap)

SulselNetwork.com-- Politisi Partai Demokrat Yan A. Harahap menilai omongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa dipegang sejak menjadi Gubernur DKI.

Yan Harahap menyinggung pernyataan Jokowi yang menyebut pendidikan harus didahulukan ketimbang infrastruktur, tetapi sekarang malah kebalikannya.

Hal itu disampaikan Yan Harahap lewat akun Twitter pribadinya, dikutip pada Senin 5 September 2022.

"Sejak jd Gunernur pun omongannnya gak bisa ‘dipegang’. Gak konsisten!," ujar Yan Harahap.

"Dulu bilangnya pendidikan harus nomor satu. Jgn mendahulukan infrastruktur. Skrng malah jor-joran bangun proyek2 infrastruktur mercusuar sprti IKN, KCJB, yg malah menggerogoti APBN," imbuhnya.

Baca Juga: Dirjen ESDM Tegur Vivo yang Jual BBM Murah, Ekonom: Bisa Kena Mosi Tidak Percaya Alias Lengser?

Diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Pertalite, Solar, dan Pertamax mulai Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Keputusan ini diumumkan dalam Konferensi Pers Joko Widodo Presiden RI beserta Arifin Tasrif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Mulyani Menteri Keuangan dan Tri Rismaharini Menteri Sosial perihal Pengalihan Subsidi BBM di Istana Negara.

“Pemerintah memutuskan menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 jadi Rp6.800 perliter, Pertamax non subdisi dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter. Berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga pukul 14.30 WIB,” kata Arifin Tasrif Menteri ESDM.(*)

Tags

Terkini