SulselNetwork.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mengawasi pergerakan partai politik yang intens menggelar pertemuan besar di Kota Makassar.
"Bawaslu akan terus melaksanakan pengawasan bersama semua komponen untuk mendorong upaya meminimalisir tindak kecurangan," ujar Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad di Makassar, Selasa.
Menurut dia, meningkatkan suhu politik menjelang Pemilu 2024 di berbagai daerah termasuk Sulsel, tentu menjadi salah satu perhatian khusus dari Bawaslu.
Apalagi ada kelakar dilontarkan salah seorang ketua partai saat Muskerwil PPP Sulsel bahwa kader bisa berbuat curang asal tidak ketahuan.
Baca Juga: PSSI Sebut Polisi Tahu Kalau Tak Boleh Ada Gas Air Mata di Stadion
"Saya yakin, pernyataan beliau tidak serius. Mungkin hanya guyonan. Sebab, partai adalah salah satu pilar utama dalam demokrasi, kehadiran partai menjaga dan mengawal proses demokrasi yang sehat, itu semestinya," ujar dia menekankan.
Baca Juga: PSSI Sebut Polisi Tahu Kalau Tak Boleh Ada Gas Air Mata di Stadion
Saiful menjelaskan, pemilu itu ibarat pertandingan sepakbola, peserta pemilu termasuk parpol adalah pemain, KPU adalah panitia yang mempersiapkan seluruh sarana dan kebutuhan, Bawaslu adalah wasit dan masyarakat adalah suporter.
"Jika ada salah satunya yang curang, yakinlah pertandingan itu akan tidak nyaman ditonton dan pada akhirnya bisa rusuh. Tapi saya yakin, semua partai tidak mau dicurangi dan tidak akan menganjurkan berbuat curang, termasuk teman-teman di PPP," kata pria disapa akrab Ipul ini.
Namun apabila pernyataan itu benar, maka tentu akan menjadi perhatian dan keseriusan Bawaslu agar memastikan tidak ada tindakan kecurangan dari siapapun dan kepada siapapun dalam proses Pemilu.
Ungkapan ketua partai (Imam Fauzan Amir Uskara), kata dia, mesti dikoreksi, karena itu justru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang diusung bangsa ini. Ia menyesalkan jika pernyataan itu benar disampaikan.
Ketua DPW PPP Sulsel, Iman Fauzan Amir Uskara saat dikonfirmasi menegaskan, pernyataan disampaikan itu bukan seperti yang dimaksud, tapi bagaimana kader berimprovisasi dan berkreasi mendulang dukungan suara dengan bersaing sehat di daerah pemilihan masing-masing. Konotasi bahasa yang disampaikan adalah hanya motivasi semata.
"Tidak ada maksud apapun soal pernyataan itu. Mungkin salah diartikan teman-teman media. Sesungguhnya, apa yang saya sampaikan bagian dari motivasi kader akan maju sebagai caleg, tidak ada mengarah atau ajakan ke situ (curang)," tuturnya.
Artikel Terkait
Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 4 Oktober 2022: Masalah Baru Datang Dari Kakak Sienna, Elsa Kecewa
Sinopsis Radha Krishna Selasa 4 Oktober 2022: Kansa Berencana Membunuh Radha
Sinopsis Suami Pengganti Selasa 4 Oktober 2022: Saka Mengetahui Pelaku Pemboman di Rumah Devi
Sinopsis Bintang Samudera Selasa 4 Oktober 2022: Andra Mengusir Nagita, Disebut Dokter yang Membangkang
PSSI Sebut Polisi Tahu Kalau Tak Boleh Ada Gas Air Mata di Stadion