Isu Jokowi Bakal Copot Menteri Nasdem, Relawan Anies: Baru Kali Ini Ada Presiden yang Repot Urus Capres

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 28 Desember 2022 | 10:43 WIB
Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim ( antarafoto)
Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim ( antarafoto)

SulselNetwork.com-- Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim mengomentari isu soal rencana reshuffle kabinet Jokowi.

Terlebih disebut jika perombakan Kabinet Indonesia Maju kali ini untuk mengganti beberapa menteri dari Nasdem. Dua nama mencuat, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut) Siti Nurbaya Bakar.

Ramli Rahim mengatakan kebijakan perombakan kabinet memang kewenangan penuh presiden. Dia menyebut, saat ini Presiden Joko Widodo masih menghitung menteri mana yang akan diganti.

"Reshuffle itu salah satu konsekuensinya. Tapi saya kira Presiden Jokowi masih menghitung untung ruginya kalau Nasdem keluar kabinet. Tapi sebenarnya keberadaan Nasdem di koalisi adalah untuk mendukung Jokowi, bukan presiden setelah Jokowi," kata Ramli Rahim, Rabu (28/12/2022).

Dia menegaskan tidak ada hubungannya antara koalisi Jokowi 2019-2024 dengan koalisi 2024 ke depan. Menurutnya, itu sesuatu hal yang berbeda.

Ramli menjelaskan berdasarkan jejak rekam beberapa presiden, hampir tidak ada presiden yang mengurusi calon presiden berikutnya. "Baru Pak Jokowi ini yang mungkin kelihatan cukup repot mengurus calon presiden selanjutnya," jelasnya.

Baca Juga: NasDem Usung Anies Capres untuk Pilpres 2024, Zulhas: Selamat, tapi Sekarang Lagi Berduka

Tak sampai di situ, Ramli juga menyebut selama menjabat hampir 10 tahun, Jokowi melakukan reshuffle tanpa ada ukuran atau parameter kinerja. Jadi orang diberhentikan bukan karena kinerjanya.

"Misalnya Anies Baswedan yang diberhentikan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Apa masalahnya dari sisi kinerja. Berdasarkan presepsi publik, Anies tidak pernah keluar dari tiga besar. Perencanaannya berjalan baik, penataannya bagus," sebutnya.

"Saat itu saya ketua IGI, saya tanya ke guru, praktisi pendidikan, akademisi semua mengatakan kinerja Anies tidak bermasalah. Jadi menurut saya Anies kena reshuffle bukan karena kinerjanya buruk," lanjutnya.

Malah ada menteri yang kinerjanya tidak jelas tapi tetap dipertahankan. Jadi reshuffle selama Jokowi tidak berkaitan dengan kinerja, tapi murni politik. Kecuali karena menterinya tersangkut kasus hukum. Itu kan persoalan integritas, bukan kinerja.

Soal dukungan Nasdem ke Anies Baswedan, Ramli mengatakan seperti mengambil risiko.

"Saya yakin Surya Paloh beserta seluruh jajarannya sudah memikirkan matang apapun risiko ke depan yang bakal terjadi.
Termasuk ketika Nasdem sedang ancang-ancang membentuk koalisi perubahan yang didalamnya terdapat partai oposisi pemerintah saat ini, PKS dan Demokrat. Dalam setiap keputusan selalu ada konsekuensinya," pungkasnya.(*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X