Sedangkan, Deputi Direktur Bank Indonesia, Edy Kristianto, menyatakan, petani Gowa luar biasa. Petani punya sumur pompa sendiri. Sekitar satu periode panen Rp1,2 juta biaya yang dikeluarkan. Namun, pengeluaran ini tidak terjadi saat musim hujan.
"Kami dari Bank Indonesia akan terus mendukung program tim pengendalian inflasi daerah, terutama arahan dari Bapak Gubernur. Semoga inflasi pangan di Sulsel terus terjaga dan Sulsel terus terdepan dalam mengawal produksi padi di Indonesia," sebutnya.
Baca Juga: Sofha Marwah Bahtiar Ikut Belajar Teknik Ecoprint Bersama Peserta Program PKW 2023
Adapun, Pj Sekretaris Daerah Gowa, Abdul Karim Dania, menyampaikan, kedatangan gubernur menjadi semangat bagi petani untuk meningkatkan pertanian di Gowa. Adapun luas baku sawah di Gowa mencapai 32.903 hektar, dengan indeks pertanaman IP200 dan IP300. Kecamatan Bajeng memiliki luas baku sawah 3.004 hektar dengan indeks pertanaman IP300.***
Artikel Terkait
Sinopsis KARN SANGINI di ANTV: Uruvi Temukan Penawar Racun, Masa Lalu Karn Kejutkan Uruvi
Sinopsis PARAVAMAVATAR SHRI KRISHNA di ANTV: Kansa Melawan Garud, Jamuna Berubah jadi Warna Biru Akibat Racun
Wi Ha joon Sampai Tidak Tidur sebelum Syuting Kiss Scene Pertama Sepanjang Karirnya
Sofha Marwah Bahtiar Ikut Belajar Teknik Ecoprint Bersama Peserta Program PKW 2023
KAHMI Sulsel Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan Pemprov Sulsel