SULSEL NETWORK- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menunjukkan respons cepat dan proaktif dalam membantu penanganan insiden kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk. di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025.
Meskipun lokasi kebocoran bukan merupakan fasilitas layanan atau jaringan distribusi Pertamina, perusahaan tetap mengambil inisiatif untuk memberikan dukungan. Hal ini sebagai wujud komitmen Pertamina terhadap keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Dalam rilis resminya, Pertamina Patra Niaga Sulawesi menyatakan telah memberikan bantuan dalam proses penanganan darurat kebocoran, termasuk dukungan logistik dan teknis sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Beri Harga Hemat Hingga RP. 450/Liter Sambut HUT RI Ke-80
"Pertamina Patra Niaga Sulawesi mendukung penuh setiap upaya pemulihan yang dilakukan PT Vale Indonesia dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan," ujar Tengku Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Tengku menambahkan, pihaknya juga mendukung PT Vale Indonesia untuk segera mempercepat investigasi penyebab kebocoran, serta menyampaikan rencana konkret untuk pemulihan lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan pemulihan sawah dan irigasi warga yang terdampak berjalan efektif dan transparan.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Berikan Promo Spesial untuk Rayakan Kemerdekaan ke-80 RI
Pertamina Patra Niaga Sulawesi berkeyakinan bahwa kerja sama antar pemangku kepentingan adalah kunci utama dalam menghadapi situasi darurat semacam ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan tambahan jika diperlukan, menegaskan kembali peran aktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan di wilayah operasinya.
Artikel Terkait
Mengukir Jejak Hijau di Morowali: PT Vale Ajak Media Jadi Garda Terdepan Transisi Energi Berkeadilan
PT Vale Bergerak: 2.000 Mangrove Ditanam dan Terumbu Karang Direstorasi untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir Malili
Vale dan Mitra Bergerak Cepat: 25 Terumbu Karang Buatan Ditanam, Pesisir Bulupoloe Bersih dari 200 Kg Sampah Demi Laut Lestari