SULSEL NETWORK, BONE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya santri. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 yang berpusat di Pondok Pesantren Al Amir Fil Jannah, Kabupaten Bone.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian ekonomi masyarakat.
“Santri yang melek keuangan tidak akan mudah terjerumus pada praktik keuangan ilegal, investasi bodong, atau pinjaman online yang menjerat. Kehadiran lembaga keuangan formal adalah mitra terpercaya dalam membangun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Baca Juga: Ekonomi Sulsel Tumbuh 4,94% pada Kuartal II 2025, Masih di Bawah Rata-rata Nasional
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 1.100 santri dan pengurus pesantren terlibat langsung dalam program pembukaan rekening Simpel IB, pengukuhan Agen Laku Pandai, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp385 juta. Selain itu, pesantren juga mendapat dukungan pembangunan dari sektor perbankan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Bone, Drs. Andi Gunadil Ukra, M.M, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan upaya pemerintah daerah.
“Literasi keuangan yang dikaitkan dengan pendidikan pesantren akan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman. Kami berharap inisiatif ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pesantren,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala LPS III Makassar, Fuad Zaen, yang menekankan pentingnya membangun budaya menabung sejak dini.
“Santri perlu dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan agar mampu mengakses layanan keuangan dengan benar. Dengan begitu, perilaku menabung dapat menjadi budaya yang bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi bersama,” katanya.
Muchlasin menambahkan bahwa OJK Sulselbar akan terus memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pesantren.
“Kami ingin santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi modern dengan bekal pengetahuan keuangan yang memadai,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Akses Digital Merata di Takalar, Telkomsel Resmikan BTS 4G di Desa Kaleko'mara
Dukung Keadilan Restoratif, Kejati Sulsel Beri Penghentian Penuntutan untuk Kasus Pencurian Emas di Sidrap
Sisi Lain Menkeu Purbaya: Batik Biru-Cokelat Jadi 'Seragam' Andalan di Berbagai Momen Penting
Pemerintah Beri Diskon Iuran JKK dan JKM 50% untuk Ojol dan Kurir, Ini Rincian Besaran dan Manfaatnya
Ekonomi Sulsel Tumbuh 4,94% pada Kuartal II 2025, Masih di Bawah Rata-rata Nasional