Sisi Lain Menkeu Purbaya: Batik Biru-Cokelat Jadi 'Seragam' Andalan di Berbagai Momen Penting

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 17 September 2025 | 08:18 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah target khusus dirinya usai pengumuman program stimulus ekonomi RI.  ((Dok. Kemenkeu))
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah target khusus dirinya usai pengumuman program stimulus ekonomi RI. ((Dok. Kemenkeu))

SULSEL NETWORK - Menteri Keuangan (Menkeu) baru di Kabinet Merah Putih, Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi perhatian sebagian publik usai dirinya menggantikan Sri Mulyani dalam kebijakan reshuffle Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dari gaya bicara hingga gebrakan kebijakan fiskal yang dilakukan Purbaya kini seolah menjadi bahan perbincangan baru warganet di media sosial.

Menilik dari sisi yang lain, terdapat gaya berpakaian atau outfit sang Menkeu baru yang juga menjadi perbincangan hangat.

Pasalnya, Purbaya di beberapa kesempatan berbeda acapkali tampil mengenakan outfit andalan, yakni batik bercorak biru-cokelat yang kerap berhasil membuat bola mata warganet melirik berkali-kali.

Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya: Anggaran Pangan Rp7 Triliun dan Komitmen Kendalikan Bunga Bank  

Ada sejumlah momen terkini yang menjadi bukti Menkeu Purbaya sering mengenakan outfit andalannya dalam sebuah acara resmi maupun rapat kerja bareng anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Berikut ulasan selengkapnya:

1. Saat Purbaya Kritik Rocky Gerung

Dalam pidatonya di acara Great Institute Lecture di Jakarta, pada Minggu, 14 September 2025, Purbaya kedapatan memakai outfit batik bercorak biru-cokelat andalannya.

Saat itu, sang Menkeu RI sempat menjadi sorotan saat dirinya melontarkan usai dirinya melontarkan kritik kepada pengamat politik Rocky Gerung hingga membuat ruangan riuh dengan tawa para tamu undangan.

Mulanya, Menkeu Purbaya menyoroti kebijakan moneter ketat yang menurutnya menjadi salah satu penyebab berkurangnya peredaran uang di masyarakat.

Pria kelahiran Bogor itu menilai, hal itu menimbulkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya secara blak-blakan menyinggung peran lembaga internasional seperti IMF maupun kebijakan Bank Indonesia.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Penyerapan Anggaran MBG yang Lambat, Minta BGN Rutin Lapor ke Publik

“Ketika uang yang beredar terlalu sedikit, konsumsi melemah, investasi tertahan, dan akhirnya ekonomi tidak bisa tumbuh optimal. Ini yang pernah terjadi di era Presiden Jokowi, dan kini kembali dirasakan di era Presiden Prabowo,” jelasnya.

Ia menyebut, banyak pihak termasuk kalangan intelektual belum sepenuhnya memahami dinamika kebijakan yang memengaruhi perekonomian RI dari luar maupun dalam negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X