Merangkai Jembatan Empati: Kisah Inspiratif Komunitas KALEB dan Kolaborasi Inklusif Pertamina di Bitung

photo author
Sutriani Nasiruddin, Sulsel Network
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:40 WIB
Cue Cafe dan Gallery Kaleb yang diresmikan Senin (19/12/2022) dikelola oleh Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang didukung oleh Pertamina melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. (Pertamina Patra Niaga Sulawesi)
Cue Cafe dan Gallery Kaleb yang diresmikan Senin (19/12/2022) dikelola oleh Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang didukung oleh Pertamina melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. (Pertamina Patra Niaga Sulawesi)

“Harapan kami, semakin banyak pelayan publik yang bisa berkomunikasi tanpa batas dengan komunitas Tuli,” ungkapnya penuh harap.

Secara luas, inisiatif kolaboratif antara Pertamina dan KALEB ini memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan seperti pelatihan bagi petugas SPBU dan program Goes to School mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan bagi tenaga layanan publik.

Kedua, dengan meningkatkan akses komunikasi dan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas—seperti melalui pendirian Cue Café—kolaborasi ini secara langsung berkontribusi pada SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan. Ini adalah upaya konkret dalam memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan.

Ketiga, kolaborasi ini adalah perwujudan sempurna dari SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi yang terjalin antara korporasi besar seperti Pertamina dan komunitas lokal seperti KALEB membuktikan bahwa kemitraan adalah kunci untuk melahirkan perubahan besar, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Produk Lokal Go Global: UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Jadi Magnet di MotoGP Mandalika 2025  

Melalui "KALEB GOES TO SCHOOL" dan pelatihan untuk petugas SPBU, Pertamina dan KALEB menegaskan kembali filosofi bahwa bahasa isyarat adalah simbol empati dan penghargaan terhadap keberagaman. Muhammad Dody Iswanto menyoroti bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dirayakan. Hal ini menciptakan lingkungan yang mengakui hak setiap anak untuk didengar dan dimengerti.

Pada akhirnya, kisah KALEB dan Pertamina di Bitung adalah narasi kuat tentang bagaimana perubahan besar dapat lahir dari langkah kecil—dari satu salam dalam bahasa isyarat, tumbuh harapan akan dunia yang lebih dekat, inklusif, dan penuh empati. Komitmen melayani tanpa batas menjadi tolok ukur bahwa pelayanan terbaik diukur dari kemampuan untuk melayani semua orang secara setara—tanpa terkecuali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X