daerah

Merangkai Jembatan Empati: Kisah Inspiratif Komunitas KALEB dan Kolaborasi Inklusif Pertamina di Bitung

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:40 WIB
Cue Cafe dan Gallery Kaleb yang diresmikan Senin (19/12/2022) dikelola oleh Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang didukung oleh Pertamina melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. (Pertamina Patra Niaga Sulawesi)

SULSEL NETWORK–Di tengah hiruk pikuk kota pelabuhan, sekelompok insan tuli telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkarya dan menginspirasi. Mereka adalah anggota Komunitas KALEB, singkatan dari Komunitas Tuli Peduli Bitung.

Dibentuk dengan semangat untuk saling mendukung dan memberdayakan diri, KALEB kini menjelma menjadi motor penggerak inklusivitas yang bersinar terang, khususnya berkat kolaborasi eratnya dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Jejak awal pendirian Komunitas KALEB dimulai pada tahun 2018. Bermula dari kebutuhan dasar para penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara di Bitung untuk memiliki ruang berkumpul dan berbagi, KALEB lahir sebagai wadah sederhana. Tempat ini bukan hanya sekadar pertemuan, melainkan juga pusat advokasi diri dan pembangunan semangat kolektif. Penanggung jawab utama dari setiap kegiatan komunitas ini adalah para anggotanya sendiri, dengan dukungan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Pertamina.

Sejak awal pembinaannya oleh Pertamina pada tahun 2019, KALEB mulai menyusun program kerja yang lebih terstruktur dan berdampak luas. Inti dari kegiatan mereka terbagi menjadi dua pilar utama: pemberdayaan ekonomi dan edukasi publik.

Baca Juga: Dari Luka Menuju Cahaya, Kisah Sukses PUANMAKARI Pertamina Membangun Perempuan Mandiri dan Anak Percaya Diri di Makassar

Di bidang pemberdayaan, KALEB berhasil mengelola Cue Café dan Gallery Kaleb, sebuah kafe dan galeri yang diresmikan pada 19 Desember 2022. Kafe ini menyajikan beragam minuman kekinian, dikelola sepenuhnya oleh anggota KALEB setelah mendapatkan pelatihan keterampilan dari Pertamina.

Di pilar edukasi, salah satu program unggulan KALEB adalah “KALEB GOES TO SCHOOL” dengan tema “Kenal Isyarat, Dunia Lebih Dekat.” Program ini menyasar siswa dan guru di sekolah, seperti yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 dan SMA Negeri 02 Bitung. Tujuannya adalah memperkenalkan bahasa isyarat dasar melalui metode interaktif, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya komunikasi inklusif sejak dini di kalangan generasi muda.

Kolaborasi antara Komunitas KALEB dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, melalui Integrated Terminal (IT) Bitung, menjadi contoh nyata sinergi yang produktif antara perusahaan dan komunitas lokal. Hubungan ini tidak hanya sebatas bantuan dana, tetapi melibatkan transfer pengetahuan, pelatihan keterampilan, dan dukungan moral yang berkelanjutan, sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Petugas SPBU Bahasa Isyarat, Wujudkan Layanan Publik Inklusif bagi Konsumen Tuli  

Puncak dari komitmen inklusif ini terekam jelas dalam perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional, 23 September 2025. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, melalui IT Bitung, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Melayani Tanpa Batas: Pengenalan Budaya Tuli dan Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Petugas SPBU” di Aula Kantor IT Bitung. KALEB tampil sebagai fasilitator utama, menggarisbawahi peran mereka sebagai ahli dalam budaya tuli dan bahasa isyarat.

Kegiatan pelatihan tersebut melibatkan admin dan petugas SPBU di Kota Bitung, membuktikan keseriusan Pertamina dalam menghadirkan layanan publik yang setara dan ramah bagi penyandang disabilitas. Pelatihan ini dibagi dalam tiga sesi utama: pengenalan budaya Tuli, pelatihan bahasa isyarat dasar, dan simulasi pelayanan konsumen disabilitas melalui metode roleplay.

Muhammad Dody Iswanto, IT Manager Bitung, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya strategis untuk membangun empati dan rasa hormat terhadap keberagaman, jauh melampaui sekadar aspek teknis.

“Kami ingin semua konsumen, termasuk teman-teman Tuli, merasa aman dan dihargai saat mengakses layanan SPBU,” tegasnya, menunjukkan komitmen layanan frontliner yang inklusif.

Baca Juga: Produk Lokal Go Global: UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Jadi Magnet di MotoGP Mandalika 2025  

Antusiasme senada disampaikan oleh T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Ia menekankan peran petugas SPBU sebagai garda terdepan pelayanan Pertamina. Harapannya, layanan inklusif ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya di Bitung, tetapi juga meluas ke wilayah lain seperti Manado.

Elton, perwakilan dari Komunitas KALEB, menyampaikan rasa bangganya melihat respons positif dari peserta. Menurutnya, kesediaan masyarakat luas, khususnya pelayan publik, untuk mempelajari bahasa isyarat adalah kunci untuk menciptakan komunikasi tanpa batas.

Halaman:

Tags

Terkini