kamu membaca dalam privasi, Jalal menghentikannya dan bilang kamu tahu aku tidak bisa membaca dan menulis, bisakah kamu membacakan surat ini untukku, Salim berkata tapi kamu bilang ini pribadi, Jalal bilang tidak ada yang rahasia darimu, sebenarnya kamu adalah bukti cinta kita, tolong bacakan untukku, Salim terkejut, Salim membaca surat, Jodha menulis bahwa semuanya baik-baik saja tetapi aku merindukanmu setiap detik, kamu ada di hatiku sepanjang waktu, semua merindukanmu di istana, kami semua berdoa agar kamu menang,
Hamida berkata kepada Salima bahwa aku berdoa siang dan malam untuk keselamatan Jalal, Ruks meminta jodha untuk masuk ke kamar Hamida, kami sedang bermain catur,
Jodha mengatakan tidak, Hamida tidak akan menyukainya, Ruks mengatakan tidak akan terjadi apa-apa, dia membawanya masuk, Hamida dengan singkat menatapnya dan berkata aku akan bermain catur nanti, aku pergi, Ruks asys kamu pergi di tengah, Hamidah bilang aku sedang tidak mood untuk bermain, Ruks memintanya untuk meninggalkan amarah, maafkan Jodha, Hamidah bilang lupakan maaf, jika seseorang memihaknya maka aku tidak akan menyukainya, jika kamu menjadi pengacaranya maka aku akan berpikir bahwa kamu akan melawanku, Jodha berkata Ruks aku tidak ingin kamu dan Hamidah bertikai untukku, Jodha berkata aku akan menanggung amarahku ibu tapi aku tidak pernah ingin menyakiti siapa pun, Hamidah mengatakan itu lebih baik, dia pergi, Jodha terluka.***
Artikel Terkait
Beri Pelayanan Ekstra, realme Leap Up Service Jadi Layanan Purnajual Spesial Pengguna realme 11 Series
FWD Insurance Luncurkan Program Dukungan FWD Mind Strength untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Masyarakat
Akhirnya Kembali Rujuk dengan Aldila Jelita, Ini Alasan Indra Bekti
Kandaskan Thailang di Semifinal Piala AFF U-23, Indonesia Putus Rekor Buruk Berusia 38 Tahun di Kandang Lawan
Nasdem Ingin Monopoli Penentuan Cawapres, Pencalonan Anies di Pilpres 2024 Terancam Batal