Sinopsis GOPI Selasa 28 Juni 2022, Gopi Datang ke Rumah Suryavansi & Meera Menceritakan Alasan Membenci Vidya

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Selasa, 28 Juni 2022 | 09:49 WIB
Sinopsis GOPI Selasa 28 Juni 2022, Gopi Datang ke Rumah Suryavansi dan Meera Menceritakan Alasannya Membenci Vidya (@antv)
Sinopsis GOPI Selasa 28 Juni 2022, Gopi Datang ke Rumah Suryavansi dan Meera Menceritakan Alasannya Membenci Vidya (@antv)

SULSEL NETWORK — Serial Gopi di ANTV menjadi salah satu serial India yang dinanti-nantikan kelanjutannya setiah hari karena ceritanya semakin menarik. Tentu saja sinopsis Gopi juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu.

Kali ini serial Gopi memasuki episode 454 yang tayang Selasa 28 Juni 2022. Penasaran dengan cerita selanjutnya? Simak sinopsis Gopi dalam artikel ini sampai selesai agar tidak ketinggalan cerita.

Shravan pulang dan melihat Vidya menangis. Dia bertanya padanya apa yang terjadi. Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia melihat dahinya berdarah dan bertanya apakah Meera memukulnya. Vidya berdiri diam.

Gopi mulai mengobrol dengan Kokila. Krisha memeriksa Kokila dan Kokila meminta Gopi untuk mengatur pakaian Krishna di kamarnya. Krishna mengatakan dia terbiasa melakukan pekerjaannya dan akan mengatur pakaiannya di lemari, pergi.

Baca Juga: Sinopsis Melur untuk Firdaus Episode 13, Firdaus Marah Melur Bertemu Haris Lantas Dirinya Masih Bersama Dee

Mona membawa sup untuk Kokila dan melempar mangkuk ke tempat tidur. Gopi berteriak untuk menyimpannya dengan hati-hati. Dia kemudian memberi makan sup ke Kokila dan bertanya mengapa Meera tidak menghadiri pernikahannya. Kokila mengatakan Meera telah berubah dan dia membenci Vidya sekarang, menemukan kesempatan untuk menghina dan menyiksanya.

Shravan marah bagaimana Meera bisa memukul Vidya dan berjalan dengan marah. Meera datang dari berbelanja dengan putri tirinya Naiya. Anak tirinya Shravan dengan marah bertanya bagaimana dia berani memukul menantu dan saudara perempuannya Vidya. Meera mengatakan Vidya pantas mendapatkannya.

Baca Juga: Peran Profesor Money Heist Korea Joint Economic Area Akui Kalah dari Denver Dalam Scene Adegan Ranjang

Shravan berteriak dia tidak akan diam jika dia bertingkah buruk dengan Vidya. Dia bertanya apa yang akan dia lakukan dan memperingatkan bahwa dia akan menendang dia dan Vidya keluar dari rumah ini. Dharam mengganggu dan berteriak bahwa dia membutuhkan kedamaian di rumah ini. Meera terus berteriak.

Gopi masuk. Vidya senang melihatnya. Gopi memeluk cucunya Priya. Meera bertanya mengapa dia datang ke sini setelah menikah dengan pria lain dan melupakan ayahnya. Gopi mengatakan dia tidak melupakan Ahem. Meera bertanya mengapa dia menikahi orang lain pada usia ini. Dia terus berdebat.

Gopi bertanya pada Meera mengapa dia sangat membenci Vidya. Meera mengatakan Vidya membunuh anaknya. .meera mengenang Vidya melakukan pijatan minyak pada bayi Priyal di dekat tangga. Bayi si priyal menendang mangkuk minyak dan tumpahan minyak ke mana-mana. Meera datang dan meminta Vidya untuk memberikan si priyal padanya. Vidya mengatakan dia hamil dan tidak boleh mengangkat yang berat.

Meera mengatakan tidak akan terjadi apa-apa dan Priyal lebih mencintai bibinya. Dia mengambil Priyal dan berjalan tanpa memperhatikan minyak, tergelincir dan jatuh dari tangga. Vidya mengambil priyal dari Meera sebelum dia jatuh. Meera dibawa ke rumah sakit dimana dokter menginformasikan bahwa dia tidak bisa menyelamatkan anaknya.

Meera keluar dari kilas balik dan mengatakan Vidya sengaja menjatuhkan minyak dan membunuh anaknya. Vidya mengatakan dia tidak melakukannya dengan sengaja. Gopi bertanya pada Meera apakah dia benar-benar berpikir Vidya dapat menyakitinya, Vidya adalah saudara perempuannya. Naiya berkomentar Meera kehilangan anaknya dan Gopi tidak bisa memahami rasa sakitnya. Gopi mengatakan dia mencoba untuk menyatukan kembali saudara perempuan, tapi dia ingin mereka untuk melawan.

Meera berteriak dia tidak akan mengampuni Vidya karena kesalahannya. Gopi mencoba menjelaskan bahwa itu hanya kecelakaan. Dharam mengatakan bahkan dia mencoba menjelaskannya sejak 5 tahun, tapi dia tidak mengerti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X