SulselNetwork.com--Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto menyebut lambannya penanganan kasus dugaan korupsi Formula E jadi salah satu penyebab skor Corruption Perception Index (CPI) lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2022 anjlok dibanding tahun sebelumnya.
Hari menyadari, bahwa di Jakarta banyak sekali persoalan korupsi yang terjadi dengan berbagai macam modus. Semua ini juga disebut menjadi penyebab mengapa skor CPI KPK turun dari 38 menjadi 34.
"Korupsi di DKI masih banyak dengan modus lebih bayar. Dan itu kan juga bentuk korupsi yang mengakibatkan menurunnya CPI," kata Hari dalam keterangannya Sabtu (4/2/2023).
Terkait dugaan kasus korupsi Formula E, Hari menilai semestinya semua pihak mendukung langkah KPK untuk menuntaskan kasus tersebut bukan justru menghalang-halangi langkah KPK.
"Formula E itu juga korupsi. Jadi kalau betul-betul mereka pemberantas korupsi, dukung KPK ungkap korupsi di DKI," ucap Hari.
Baca Juga: Lukas Enembe Mengaku Stroke, KPK: Tim Medis Bilang Dalam Kondisi Sehat
Lebih lanjut, Hari juga meminta kepada KPK untuk menunjukan keseriusannya dengan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mengungkap dugaan kasus korupsi Formula E. Sehingga ia berharap skor CPI KPK dapat naik kembali.
"KPK sendiri harus menunjukkan keseriusan. Bahkan keseriusan tersebut dengan melibatkan BPK dengan permintaan penghitungan kerugian negara," ujarnya.
Hari mengatakan, apabila KPK menggandeng BPK maka selanjutnya tidak lagi memerlukan syarat harus dulu tahap penyidikan, bisa juga pada tahap penyelidikan.
"BPK wajib audit penggunaan APBD DKI tahun 2019 khusus Formula E dalam tahap penyelidikan. Tahapan dari penyelidikan menuju penyidikan dalam penanganan korupsi Formula E bisa menjadi salah faktor dominan CPI," pungkasnya.(*)
Artikel Terkait
Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati Tiba di KPK Didampingi 5 Orang Berpakaian Batik Usai jadi Tersangka
KPK Balik Ngegas ke Lukas Enembe Perihal Tambang Emas, Ketua KPK: Temui Kami, Penuhi Undangannya
Upaya Kriminalisasi Anies Melalui KPK, Forum Advokat Indonesia Minta Dewas Tindak Tegas Firli Bahuri
KPK Geledah Kediaman Pribadi Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Ada Apa?