SulselNetwork.com--Wakil Ketua Umum (Juru Bicara) Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyoroti soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan perjalanan misi perdamaian dunia ke Eropa, tepatnya ke Rusia dan Ukraina. Namun, hal tersebut justru menuai polemik terkait Jokowi yang ingin ikut berlaga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Terkait hal itu, Teddy Gusnaidi menanggapinya melalui akun Twitter pribadi miliknya. Teddy Gusnaidi menyebut bahwa seharusnya langkah yang diambil Jokowi untuk ikut dalam misi mendamaikan dunia dianggap menjadi suatu kebanggaan.
"Ketika Presiden Jokowi turun langsung, terlibat dalam perdamaian Rusia dan ukraina, seharusnya kita bangga, karena membawa nama Indonesia. Sayangnya, ada beberapa pihak yang menanggapi secara negatif, seolah-olah yang dilakukan oleh Presiden adalah tindakan tercela," ungkap Teddy Gusnaidi melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Selasa (28/6).
Kemudian, Teddy Gusnaidi mengherankan bahwa masih banyak pihak yang justru menanggap negatif apa yang dilakukan oleh Jokowi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa hal itu selalu dikaitkan dengan urusan politik.
"Ini aneh, karena apa saja selalu dikaitkan dgn urusan politik internal. Ingat, Jokowi tdk lagi punya kepentingan untuk menjadi Presiden di 2024, sehingga tidak perlu takut bahwa elektabilitas Jokowi melambung tinggi, apalagi beliau mengatasnamakan Indonesia dalam kunjungannya," ujar Teddy Gusnaidi.
Baca Juga: Kejutan di Malaysia Open, Tunggal Putri Jorji Kalahkan Pemain Nomor Satu Dunia
Padahal, menurut Teddy Gusnaidi, pemerintah juga harus terus menjalankan rencana program yang sudah disusun matang-matang tanpa keperluan politik pada Pilpres 2024.
"Pemerintah tetap harus menjalankan programnya, tidak semua yang dilakukan pemerintah dikaitkan dengan urusan Politik 2024, ini menunjukkan bagaimana kerdilnya cara berpikir dan bersikap para pihak yang menanggapi secara negatif apa yang dilakukan Jokowi," ucap Teddy Gusnaidi.
Kemudian, Teddy Gusnaidi menegaskan bahwa jangan menjadikan Jokowi seolah jadi kambing hitam dalam pertarungan untuk Pilpres 2024.
"Jika kalian mampu untuk ada di 2024, silahkan saja bertarung, tampilkan apa kelebihan kalian, tidak perlu jadikan Jokowi sebagai pijakan untuk mendapatkan perhatian, karena beliau sedang menjalankan misi," pungkas Teddy Gusnaidi.
Artikel Terkait
Peran Profesor Money Heist Korea Joint Economic Area Akui Kalah dari Denver Dalam Scene Adegan Ranjang
Sinopsis BALIKA VADHU Selasa 28 Juni 2022, Pernikahan Nandini dan Krish, Kundan Memasuki Kamar Nandini
Sinopsis GOPI Selasa 28 Juni 2022, Gopi Datang ke Rumah Suryavansi & Meera Menceritakan Alasan Membenci Vidya
Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 28 Juni 2022, Nino Menjadi Pria yang Sangat Lembut Saat Bersama Andin
Sinopsis Gangaa Selasa 28 Juni 2022, Guru Tari Sagar Membuat Rencana untuk Membuat Ganga Celaka Saat Menari