SulselNetwork.com -- Women’s World Banking dan UN Capital Development Fund meluncurkan Women’s Digital Financial Inclusion (WDFI) Advocacy Hub, sebuah koalisi global untuk mengakselerasi aksi kolektif guna meningkatkan inklusi keuangan digital bagi perempuan, pada 20 Juli 2022.
Koalisi ini bertujuan menutup kesenjangan gender dalam akses ke teknologi digital, keterampilan, dan produk keuangan digital bagi perempuan pengusaha—khususnya di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.
"Tiga perempat dari satu miliar perempuan di seluruh dunia tidak mendapatkan akses ke sistem keuangan formal," kata Mary Ellen Iskenderian, Presiden dan CEO Women’s World Banking.
"Bayangkan sebuah skenario di mana para perempuan itu punya peluang yang sama untuk mengakses teknologi, keterampilan, dan layanan keuangan. WDFI Advocacy Hub adalah platform kolaborasi global dengan terobosan-terobosan baru yang memungkinkan skenario tersebut menjadi kenyataan sekaligus menutup kesenjangan inklusi keuangan," katanya.
Peluncuran ini dilakukan tak lama setelah rilis World Bank Global Findex 2021, yang menunjukkan kesenjangan yang senantiasa terjadi dalam akses keuangan untuk kelompok yang kurang terlayani, antara lain perempuan, kaum miskin, dan mereka yang berada di luar angkatan kerja.
Sementara data Global Gender Gap Report 2022 menyebutkan bahwa paritas gender belum pulih. Perlu 132 tahun lagi untuk menutup kesenjangan gender global. Saat krisis semakin parah, tenaga kerja perempuan akan terdampak dan risiko kemunduran kesetaraan gender global semakin meningkat.
Meskipun pemanfaatan teknologi digital, terutama transaksi pembayaran digital, semakin meningkat sejak awal pandemi, hal tersebut hanya memperkecil kesenjangan untuk jangka pendek. Akses yang tidak setara ke teknologi akan membendung kemajuan yang telah dicapai.
WDFI Advocacy Hub memiliki dua komponen yang saling terkait: Koalisi lokal di Indonesia dan Ethiopia yang terdiri dari masyarakat sipil, organisasi sektor publik dan swasta yang akan mengadvokasi isu-isu inklusi keuangan digital perempuan prioritas di pasar mereka, serta Global Advocacy Hub yang akan mendorong advokasi global yang terkoordinasi.
Artikel Terkait
Komnas Perempuan: Istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo Ternyata Terindikasi Mengalami Kekerasan Seksual
Thriller The Victim Film Horor Thailand, Tentang May yang Kerasukan Roh Perempuan Ratu Thailand
Laba Naik 134 Persen, Jamkrindo Komitmen Hubungkan UMKM ke Ekosistem Digital Agar Naik Kelas