Bisa untuk Lansia, Inilah 5 Rekomendasi Obat Sakit Pinggang Sebelah Kiri di Apotek, Mulai Tablet hingga Salep

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Selasa, 19 Desember 2023 | 15:59 WIB
ilustrasi sakit pinggang. (freepik.com)
ilustrasi sakit pinggang. (freepik.com)

Selain menggunakan tablet dan salep, kamu juga bisa memanfaatkan Aromaterapi Hotin Koyo untuk mengobati sakit pinggang sebelah kiri. Obat ini sangat mudah digunakan, cukup tempelkan saja di bagian yang sakit.

Kandungan mentol, metil salisilat, kamper dan minyak kayu putih dalam Hotin Koyo Aromaterapi memiliki efek relaksasi pada otot punggung. Tidak perlu khawatir, koyo ini diformulasikan dengan panas yang pas dan tidak mudah lepas.

Baca Juga: Kanker Serviks dan Kanker Payudara Bisa Disembuhkan dengan Pengobatan Herbal, dr Zaidul Akbar: Konsumsi Kunyit hingga Jeruk Nipis

3. Voltadex Gel

Mengandung natrium diklofenak, Voltadex Gel merupakan salah satu obat andalan yang ampuh untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Obat berbentuk salep ini bisa dioleskan langsung ke area pinggang yang nyeri.

Kamu bisa menggunakan Voltadex Gel sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Pastikan untuk memperhatikan aturan pakai salep yang satu ini untuk meminimalisir terjadinya efek samping.

4. Asam Mefenamat

Untuk mengobati sakit pinggang sebelah kiri, kamu bisa menggunakan asam mefenamat. Rekomendasi konsumsi asam mefenamat pada orang dewasa dan anak di atas 14 tahun adalah setiap 6 jam dengan dosis 250-500mg sekali minum.

Sakit pinggang sebelah kiri pada wanita sendiri juga bisa disebabkan oleh menstruasi. Nah, asam mefenamat juga efektif untuk meredakan nyeri saat haid, kemudian sakit kepala hingga sakit gigi.

Baca Juga: Kalau Tahu Ilmunya, Kamu Gak Mau Lagi Ditraktir Orang! Begini Penjelasan dr Zaidul Akbar

5. Ibuprofen

Salah satu obat NSAID, Ibuprofen bekerja efektif untuk meredakan nyeri saat sakit pinggang. Obat ini dapat dikonsumsi 200-400mg setiap 4-6 jam sekali atau sesuai anjuran dokter.

Cara kerja obat pereda nyeri ini adalah dengan menghambat pembentukan prostaglandin, salah satu enzim yang biasanya memicu rasa sakit atau nyeri pada tubuh.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X