SPIRIT TAHAJUD (244) 0209: 5 Tips Meredam Sikap Egois

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Minggu, 3 September 2023 | 20:47 WIB
Kondisi saat menghadapi orang egois atau keras kepala (Meli Sastraviana)
Kondisi saat menghadapi orang egois atau keras kepala (Meli Sastraviana)

SulselNetwork.com -- Dalam kamus bahasa Indonesia, egois berarti tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dari pada untuk kesejahteraan orang lain. Ketika ada orang yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri ketimbang orang lain, maka kita sebut ia adalah orang egois.

Tak jarang keegoisan seseorang membuat orang lain menjadi benci pada dirinya, bahkan tidak sedikit pula yang memusuhinya. Ketika awal mula berteman, sifat keegoisannya belum kelihatan, tetapi setelah lama-kelamaan akhirnya tahu juga bahwa sang teman mempunyai sifat egois. Tentu yang dilakukan adalah menjaga jarak dari sang teman atau memilih tidak menjadi temannya lagi.

Coba kita bayangkan jika keegoisan tumbuh dalam sebuah keluarga. Biasanya, saat masih menjadi suami-istri baru, sifat egois tidak kelihatan, tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya kelihatan juga. Jika tidak pintar dalam menyikapinya bisa dipastikan hubungannya tidak bertahan lama, dan berakhir dengan perceraian.

Sikap egois bisa kita temukan dimana pun, lebih tepatnya adalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Adapun Ciri-ciri orang yang egois;

Baca Juga: Dr Zaidul Akbar Ungkap 6 Makanan Ini Dapat Membuat Kerja Otak Makin Cerdas

1. Mendustakan ayat-ayat Allâh.

Orang yang mengaku muslim (orang Islam) tetapi tidak melaksanakan perintah-perintah Allâh maka termasuk ke dalam orang-orang egois. Pengertian egois yang dimaksud di sini, yaitu mereka egois pada dirinya sendiri dan seolah tidak peduli dengan pahala dan ancaman Allâh swt. Padahal akibat ke-egois-an merekalah Allâh swt memberikan sebuah peringatan melalui tentara-tentaranya. Misalnya saja Allâh mengirimkan tentara air, tanah, angin, dan sebagainya. Sehingga timbullah banjir, angin puting beliung, longsor, gempa bumi dan lainnya.

Baca Juga: Berbahan Titanium, Berpotensi Bikin iPhone 15 Pro Lebih Ringan Dibanding iPhone 14 Pro dan Pro Max

2. Ingin Menang Sendiri

Soal menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang lumrah. Menjadi bermasalah saat ada orang yang ingin menang sendiri, tidak mau kalah. Untuk apa menang kalau tidak sportif, menang seperti ini sama saja kalah. Tentu, kemenangan sesungguhnya adalah menang yang diperoleh dengan secara sportif, tentu cara seperti ini lebih terhormat. Akibat sifatnya inilah biasanya seseorang dijauhi serta di musuhi teman-temannya. Orang yang ingin menang sendiri biasanya tidak peduli dengan apa yang ia lakukan, walaupun itu sebetulnya salah.

3. Suka Mengatur tapi tidak mau diatur

Seorang pemimpin dituntut untuk mampu memimpin bawahannya. Tetapi masa menjadi seorang pemimpin itu ada batas dan jangka waktunya. Ketika menjadi seorang pemimpin ia bisa mengatur anggotanya seperti apa yang diinginkan. Tetapi saat masa jabatannya habis, ia kembali menjadi anggota, maka harus siap diatur pemimpin yang baru. Sama seperti dirinya mengatur saat menjadi pimpinan.

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS. al-Ahzab [33]: 36)

Saat ini, banyak sekali kita temukan orang-orang yang siap memimpin tetapi tidak siap dipimpin. Ketika ia sudah tidak lagi memegang jabatan sebagai pemimpin, ia memilih keluar. Inilah potret yang saat ini terjadi dan sudah membudaya. Akhirnya bermusuhan dan saling menjatuhkan satu sama lain, sehingga perseteruan ini tanpa akhir alias jadi “musuh bebuyutan”.

Baca Juga: SPIRIT TAHAJUD (245) 0309: Hati-hati Dengan Sikap Sombong

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X