Inilah 7 Langkah-langkah Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Dianjurkan Syariat Islam

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Selasa, 21 Juni 2022 | 21:28 WIB
sapi sebagai salah satu hewan kruban (pixabay.com)
sapi sebagai salah satu hewan kruban (pixabay.com)

Diriwayatkan dalam hadis, Rasulullah pernah menegur seseorang yang mengasah pisau di depan hewan sembelihan. Nabi Muhammad bersabda: “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelumnya? Apakah engkau membuatnya mati dua kali?” hadits Riwayat Ath-Thabrani.

4. Posisi Penyembelihan Menghadap Kiblat dan Menyentuh Tanah

Posisi menyembelih yang menyentuh tanah akan lebih mudah dilakukan. Selain itu, darahnya akan langsung mengalir ke dalam tanah yang sudah digali. Posisi penyembelihan juga menghadap kiblat, seolah sedang menghadap kepada Sang Pencipta saat berkurban.

Posisi menghadap kiblat adalah organ leher yang akan disembelih. Ketika membaringkan hewan, posisikan di lambung sebelah kiri.

Imam An-Nawawi mengatakan dalam Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:197 bahwa ada beberapa hadits tentang membaringkan hewan saat disembelih dan para ulama sepakat dengan hal ini.
Karena posisi ini dapat memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan, serta memegangi leher dengan tangan kiri.

5. Sebut Kalimat Allah Saat Sedang Menyembelih

Ketika menyembelih hewan kurban,harus membaca basmallah terlebih dahulu. Diniatkan atas nama Allah. Allah berfirman dalam surat Al-an’am ayat 121.

"Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tetaplah menjadi orang-orang yang musyrik,”

Setelah dibacakan basmalah, dilanjutkan dengan sunnah membaca kalimat takbir, serta nama orang yang berkurban.

Selama pelaksanaan kurban, tidak diperkenankan membaca bacaan lain selain kalimat yang ditujukan kepada Allah karena niat kurban hanya untuk Allah semata.


6. Tata cara saat selesai penyembelihan

Setelah disembelih, perlu memastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan dan dua urat leher kanan kiri telah terpotong sempurna. Jika hewan belum benar-benar mati, maka dilarang mematahkan leher hewan.

7. Waktu pelaksanaan penyembelihan

Waktu yang baik untuk melaksanakan ibadah kurban adalah di waktu dhuha setelah shalat ied atau lebih tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Apabila waktu jumlah hewan kurban terlalu banyak dapat dilanjutkan keesokan harinya. Batas penyembelihan hanya sampai tanggal 13 Dzulhijjah pada saat matahari terbenam. Jika sudah melewati waktunya, maka sudah tidak bisa disebut lagi sebagai ibadah kurban.***

Sumber: dompetdhuafa.org

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X