SulselNetwork.com -- Suatu hari Rasulullah Saw memegang pundak Ibnu Umar, lalu bersabda, "Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara."
lalu Ibnu Umar berkata, "Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika engkau berada di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore. Dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum engkau sakit dan waktu hidupmu sebelum engkau mati." (HR. Bukhari).
Sesungguhnya kita ini "musafir". Kita ini "pengembara". Seorang musafir tentu sedang dalam perjalanan menuju tujuan akhir yang masih jauh. Jika saat ini kita berada di suatu tempat, maka kita hanyalah mampir di tempat itu untuk sementara, dan setelah itu akan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan yang sebenarnya.
Demikianlah kehidupan dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara. Tujuan akhir kita adalah "AKHIRAT". Disanalah kehidupan yang sebenarnya. Di sanalah kebahagiaan yang sebenarnya, sebagaimana juga penderitaan yang sebenarnya. Di sanalah kehidupan yang kekal.
Baca Juga: Spirit Tahajud: Kekuatan Shalat Tahajud
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَا ( 17)
"Tetapi kamu orang-orang kafir memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." (QS. Al-A'la :16-17).
Sebelumnya juga kita tidak ada di dunia ini. Lalu Allah SWT menciptakan kita, setelah itu menempatkan kita di dunia ini. Karena perjalanan kita masih panjang, maka kita pasti akan meninggalkan dunia ini, melanjutkan perjalanan ke tempat (alam) berikutnya, yaitu alam kubur atau alam barzah, lalu terus lagi ke tempat (alam) berikutnya yaitu akhirat.
Inilah kebenaran dan kepastian dari Allah tentang perjalanan hidup kita. Kita telah melewati alam yang lalu (alam Ruh dan 'alam rahim'), kita sedang di sini, di alam dunia, akan menuju ke alam yang akan datang, Akhirat.
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu kembali." (QS. Albaqarah : 28).
Awal ayat 28 : كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah”.
Artinya, mengapa kamu mengingkari keberadaan-Nya atau menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Pada awal ayat ini terdapat sebuah pertanyaan yang mengandung makna keheranan dan celaan serta pengingkaran dari Allah, yaitu bagaimana bisa terjadi kekufuran kepada Allah yang telah menciptakan kita dari tidak ada, lalu Dia memberikan nikmat dengan berbagai macam nikmat, kemudian Dia mematikan kita ketika ajal telah tiba, lalu Dia memberikan balasan dalam kubur atas amal kita sewaktu hidup, kemudian Dia membangkitkan kembali di hari ba’ats (hari kebangkitan) dan berdiri di padang mahsyar, kemudian kita akan kembali kepada-Nya dengan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat.
Artikel Terkait
Profil dan Biodata Mikha Tambayong yang Menikah dengan Deva Mahendra, Sempat Vakum di Dunia Hiburan
Gubernur Andi Sudirman Tersorot Kenakan Sepatu UMKM di Maros, Bahannya Terbuat dari Ini
Zoya Amirin Bocorkan Teknik Menggoda Wanita Agar Mau Berhubungan Intim, Lakukan Seperti ini
4 Cara Merawat Organ Intim Pada Wanita Menurut Dr Boyke Agara Suami Makin Sayang
Tablet Realme Pad X Makin Murah Tahun 2023, Intip Spesifikasi dan Harganya di Pasaran