Menkeu Sri Mulyani Ungkap Kesedihan atas Penjarahan Rumahnya: 'Indonesia Rumah Kita, Jangan Biarkan Rusak'  

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 3 September 2025 | 11:11 WIB
Menkeu RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumah pribadinya dijarah oleh oknum demonstrasi. (Instagram.com/@smindrawati)
Menkeu RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumah pribadinya dijarah oleh oknum demonstrasi. (Instagram.com/@smindrawati)

 

SULSEL NETWORK- Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, angkat bicara terkait insiden penjarahan di rumah pribadinya di Bintaro, Jakarta Selatan, pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Peristiwa itu terjadi di tengah gelombang unjuk rasa di DKI Jakarta. Meskipun menjadi korban langsung, Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk tidak membenarkan tindakan anarki.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sri Mulyani menceritakan momen ketika sebuah lukisan berharga miliknya diambil.

“Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak Bunga di atas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya,” tulis Sri Mulyani, pada Rabu (3/9).

Baca Juga: Lanjutkan Insentif, Sri Mulyani Gelontorkan Rp3,4 Triliun untuk PPN Rumah di Tahun 2026  

Sri Mulyani menjelaskan bahwa lukisan yang ia lukis 17 tahun lalu itu memiliki nilai emosional yang sangat mendalam. "Bagi saya, nilainya tak bisa digantikan dengan uang," ujarnya.

Menurutnya, hilangnya lukisan itu juga mencerminkan rapuhnya rasa aman, kepastian hukum, dan rasa perikemanusiaan di Indonesia.

Menteri Keuangan juga mengekspresikan keprihatinannya terhadap penjarahan yang diviralkan di media sosial. Ia menilai hal itu hanya memperburuk suasana.

"Liputan penjarahan dimuat dan diviralkan secara sensasional. Hilang hukum, hilang akal sehat, hilang peradaban," tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengingatkan bahwa ada kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar barang pribadi, yaitu korban jiwa. Ia menyebut bahwa Minggu kelabu di akhir Agustus itu, nyawa manusia menjadi korban yang tak tergantikan.

Baca Juga: PBB Serukan Investigasi dan Jamin Perlindungan HAM dalam Penanganan Protes di Indonesia  

Menkeu RI lantas menyampaikan pesan yang menyejukkan kepada masyarakat.

"Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu," ajaknya. "Mari jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah, tanpa keluh kesah, serta tanpa putus asa."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X