Menkeu Purbaya: Kendalikan Harga di Daerah, Pasti Kepilih Lagi saat Pilkada

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Senin, 20 Oktober 2025 | 15:02 WIB
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja. (Dok. Kemenkeu)
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja. (Dok. Kemenkeu)

 

SULSEL NETWORK -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya membeberkan pemerintahan orde baru di masa Presiden Soeharto bertahan selama 32 tahun berkat menjaga inflasi.

Purbaya mengingatkan bahwa menjaga inflasi adalah hal penting karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Selain menjaga daya beli masyarakat, Purbaya menyebut inflasi juga menjadi pertahanan stabilitas sosial dan politik.

Baca Juga: Dari Pelatihan ke Aksi Nyata, OJK Dorong Budaya Layanan Empatik di Industri Keuangan

Inflasi Bikin Pemerintahan Punya Poitik yang Stabil

Menkeu Purbaya menyebut salah satu rahasia kepemimpinan panjang Soeharto, salah satunya karena mampu menjaga stabilitas harga, terutama harga beras.

“Harga beras stabil, yang lain akan ikut harga beras. Jadi, inflasi ini amat penting sekali juga untuk meningkatkan popularitas pimpinan daerah,” kata Menkeu Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat pada Senin, 20 Oktober 2025.

“Kalau di daerahnya harganya nggak terkendali, pasti nanti kalau ada Pemilu nggak kepilih lagi. Kalau Bapak, Ibu bisa ngendaliin harga di daerah, hampir pasti bisa kepilih lagi tanpa embel-embel yang lain, perut masih jadi alat politik utama di Indonesia” lanjutnya.

Baca Juga: Setahun Kabinet Merah Putih: Menkeu Purbaya Tampil Mengejutkan, Dinilai Jadi Antitesis dan Pembawa Angin Segar

Pembentukan Tim Pengendali Inflasi di Pusat dan Daerah

Purbaya lantas membeberkan alasan pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta bersinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) yang bertugas untuk mengendalikan laju inflasi.

“Waktu itu bank sentral sentral sama pemerintahan terpisah, bunga dikendalikan sesuai dengan inflasi atau bunga untuk mengendalikan inflasi. Biasanya bunga berapa persen di atas inflasi,” jelasnya.

Jadi, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral yang dimiliki Indonesia ditargetkan untuk mengendalikan inflasi serendah mungkin agar bunga turun di level rendah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X