SulselNetwork.com-- Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak menyoroti respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kondisi industri mebel Indonesia.
Diketahui Indonesia yang sempat merajai industri mebel dunia kini merosot di peringkat ke-17 dunia secara pendapatan.
Bahkan, industri mebel Indonesia saat ini peringkat ke-4 di Asia berada di bawah Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia.
Lukman menyoroti latar belakang Jokowi yang dulu sebagai pengusaha mebel. Namun saat berkuasa tidak mampu mengangkat industri yang dulu pernah digelutinya.
Baca Juga: Dapat Restu dari Presiden Jokowi Maju di Pilkada Bone, Andi Rio: Semoga Semuanya Berkah
"Jokowi berkuasa 10 tahun, latar belakangnya pengusaha mebel, tapi kenapa saat ini industri mebel Indonesia yang tadinya pernah merajai dunia terpuruk jadi peringkat ke 17?," kata Lukman dikutip SulselNetwork di akun X @hipohan, Jumat (16/5/2024).
Menurut Lukman, harusnya rakyat Indonesia yang heran melihat Jokowi yang tak mampu mengurus industri mebel Indonesia.
"Nah yang lebih mengherankan, kok malah dia yang heran ? harusnya kan kita," sindirnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku heran dengan kondisi industri mebel Indonesia. Indonesia yang sempat merajai industri mebel dunia kini merosot.
Baca Juga: Dampingi Jokowi Kunker ke Konawe, Qodari Dicibir Warganet
Saa membuka acara pameran mebel dan kerajinan atau IFFINA Expo 2023 yang diglear Asosiasi Industri Permeban dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (14/9/2023), Jokowi mengatakan Indonesia perlu berbenah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan industri mebel.
"Saya ingat di tahun 90-an kalau kita pameran di luar tadi Jerman, Italia, maupun Prancis kita itu kelihatan merajai begitu. Sekarang kok bisa nomor 17. Ada sesuatu yang memang harus kita benarkan," kata Jokowi dalam sambutannya.
Pada 2022, pasar mebel dunia mencatat pendapatan sebesar US$ 766 miliar, sementara Indonesia hanya mencatatkan pendapatan sebesar US$ 2,8 miliar.
Padahal, menurut Jokowi, Indonesia memiliki modal utama dalam industri mebel dan kerajinan, seperti sumber bahan baku, sumber daya manusia, dan kekayaan seni budaya.
"Inilah modalitas utama kita di bidang industri mebel, sehingga saya yakin jika digarap secara serius industri ini akan menjadi unggulan kita," ujarnya.