SulselNetwork.com-- Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) mengarah ke kolom kosong. Setelah sejumlah parpol menyatakan dukungan ke Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi.
Dukungan mayoritas partai politik di pemilihan gubernur Sulawesi Selatan membuat kontestasi berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon. Dengan begitu, proses demokrasi di daerah ini memasuki babak yang kritis.
'Musibah' politik ini juga membuka jalan bagi sekelompok orang tertentu untuk merebut dan melanggengkan kekuasaan. Dengan kata lain, Sulawesi Selatan tengah dalam cengkeraman oligarki.
Wacana hadirnya kolom kosong pada Pilgub Sulsel 2024 menimbulkan kekhawatiran akan menguatnya pengaruh oligarki di daerah yang penduduknya mencapai sekitar 9 juta jiwa ini.
Baca Juga: Nasdem Tunda Serahkan Rekomendasi Pilgub Sulsel ke Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi, Ini Alasannya
Isu ini semakin mengemuka seiring dengan merapatnya partai-partai politik mengusung Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi. Pasangan ini sebentar lagi sukses memborong sejumlah partai politik, dengan tujuan meraih dukungan penuh dalam Pilgub Sulsel yang digelar 27 November mendatang.
Partai-partai besar seperti Partai Demokrat, NasDem, PAN, dan Partai Gerindra secara terang-terangan telah menyatakan dukungan mereka untuk pasangan Sudirman-Fatmawati.
Kabar terbaru menyebutkan, Partai Golkar, yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres lalu, juga bergerak mendekat untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Kondisi ini semakin menguatkan wacana kotak kosong dalam Pilgub Sulsel 2024 akan terjadi. Terlebih alternatif lain seperti jalur perseorangan sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan para pasangan calon.
"Suka atau tidak suka memang saat ini ada pada otoritas parti politik, setelah tidak ada calon independen yang maju. Artinya memang otoritas (mengusung calon) sekarang ini ada di tangan partai politik," ujar pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Profesor Sukri Tamma, Rabu (24/7/2024).
Baca Juga: Jagoan PPP di Pilgub Sulsel Mengerucut Jadi 2 Nama, Satu Wali Kota dan Satu Pimpinan Parpol
Menurut Sukri Tamma, peluang kolom kosong dalam Pilgub Sulsel 2024 semakin terbuka lebar. Apalagi bila tiga partai yang tersisa turut mengarahkan dukungannya ke pasangan Sudirman-Fatma. Tiga partai yang belum menyatakan sikap mengenai dukungannya itu yakni PDIP, PKS, dan Hanura.
"Kapan salah satu di antara partai-partai ini akhirnya memutuskan juga ikut bergabung mengusung satu kandidat yang sama maka bisa dikatakan bahwa hampir pasti satu pasangan saja di Pilgub Sulsel 2024," kata Sukri.
Adanya kondisi tersebut, Sukri Tamma, mengatakan publik tentu akan mengaitkan keputusan partai politik hanya berkaitan dengan kepentingan mereka saja. Padahal, kebijakan-kebijakan partai politik diharapkan menjadi ruang untuk memberikan alternatif-alternatif pilihan terbaik kepada masyarakat.