nasional

Menanti 3 Kebijakan Pro-Rakyat Prabowo di Tahun 2025, dari Makan Bergizi Gratis hingga Penghapusan Piutang Petani-Nelayan

Selasa, 31 Desember 2024 | 21:53 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto yang menjalankan roda pemerintahan di Indonesia pada periode jabatan 2024-2029. (Instagram.com/@prabowo) (Kabar Jambi Kito )

SulselNetwork.com -- Presiden RI, Prabowo Subianto telah merancang program yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia untuk dieksekusi secara penuh pada tahun 2025 mendatang.

Saat dilantik menjadi Presiden RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo berjanji dengan menyatakan komitmen memimpin Indonesia untuk kepentingan rakyat.

"Kami akan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas segala golongan apalagi kepentingan pribadi kami," begitu pernyataan Prabowo saat pidato perdana sebagai Presiden RI.

Baca Juga: Media Vietnam Sindir Fans Indonesia Usai The Golder Star Tembus Final AFF 2024: Hanya Nonton tapi Berani Mengejek Tim Lain

Bercita-cita Bawa Ekonomi Indonesia Meningkat 8 Persen

Dalam kesempatan berbeda, Prabowo menceritakan dirinya ditantang akan diajak makan malam gratis oleh pihak yang disebutnya berasal dari luar negara, apabila mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia mencapai 8 persen.

"Saya ditantang oleh ada pihak-pihak dari luar negeri yang tantang saya. Mereka yakin (perekonomian) kita tidak mungkin 8 persen, kalau mencapai 8 persen, saya akan dikasih makan malam gratis," ujarnya di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Senin, 30 Desember 2024.

Terkait hal ini, Prabowo sebelumnya pernah meyakini dengan program-program pro-rakyat akan membawa ekonomi Indonesia melesat 8 persen selama dirinya menjabat sebagai Presiden RI.

Terdapat beberapa program 'pro-rakyat' dari Prabowo yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Berikut ini di antaranya:

Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berjalan secara efektif pada Januari 2025 mendatang.

MBG telah mendapatkan pagu anggaran Rp71 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional.

Total anggaran itu targetnya akan digunakan untuk memberikan makanan terhadap 19,47 juta masyarakat Indonesia dari kalangan anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menuturkan MBG akan menyasar 82,9 juta penerima selama 5 tahun ke depan, dan diharapkan menjadi salah satu investasi terhadap sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini