SulselNetwork.com-- Aktivis, Eggi Sudjana, mengaku tak sependapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kasus konten promosi Holywings yang diduga menistakan agama.
Menurut Eggi Sudjana, untuk kasus pelanggaran bahkan melecehkan agama seperti yang dilakukan Holywings, tidak ada kata maaf.
“Saya tidak sependapat dengan MUI,” ujar Eggi Sudjana di acara Catatan Demokrasi tvOne yang tayang pada Selasa (28/6).
“Minta maaf urusan pribadi, lebaran, oke. Tapi kalau pelanggaran bahkan melecehkan agama, nggak ada maaf,” lanjut aktivis tersebut.
Bahkan, Eggi menambahkan, untuk pelanggar agama harus dilawan dan diperangi, seperti yang ia kutip dari konstruksi kitab suci Al Qur’an.
Oleh karena itu, menurutnya Holywings seharusnya tidak hanya sekadar ditutup dan dibubarkan, melainkan sosok pemegang saham seperti Hotman Paris dan Nikita Mirzani juga dipenjarakan.
“Oleh karena itu, tidak sekedar ditutup, dibubarkan, dan dipenjara si Hotman Paris dan Nikita Marjani (Nikita Mirzani) itu yang katanya megang saham,” tambah Eggi.
“Nggak ada urusan maaf, maaf itu tidak menggugurkan hukum. Itu urusan pribadi,” ujar Eggi.
Meskipun sudah meminta maaf kepada MUI, Eggi Sudjana tak menganggap hal itu bisa menggugurkan hukum kepada Holywings.(*)