nasional

Mahfud MD dan Said Didu Debat Soal Islamophobia, Singgung Pembiaran Pemerintah

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:33 WIB
MUhammad Said Didu mengkritik keras rencana pemerintah menaikkan tarif tiket Candi Borobudur. (foto:@msaid_didu)

SulselNetwork.com--Mantan Sekretaris Kementerian BUMN dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemanan Mahfud MD, terlibat debat panas di media sosial Twitter.

Keduanya saling berbalas komentar terkait keberadaan islamphobia di Indonesia.

Mulanya, Said Didu merespon pernyataan Mahfud MD yang menegaskan bahwa pemerintah tidak Islamophobia. Yang ada hanya individu fobia terhadap satu ajaran agama.

Mahfud MD mencontohkan nama Abu Janda yang kerap menyindir cadar sebagai budaya Arab.

Said Didu lantas menilai, pernyataan Mahfud MD itu membuktikan bahwa pemerintah membiarkan adanya Islamophobia.

"Sudah terbantahkan, bahwa Islamophobia memang ada di Indonesia dan sepertinya yang melakukan hal tersebut dibiarkan oleh pemerintah," kata Said Didu di Twitter-nya, dikutip Rabu 27 Juli 2022.

Mahfud MD lantas menanggapinya. Menurutnya, yang dimaksud Islamophobia itu kebencian pemerintah terhadap Islam. Namun sejauh ini tidak pernah terjadi.

Baca Juga: Tim Eksternal Polri Gelar Autopsi Ulang Brigadir J, Kuasa Hukum: Saya Percaya Hasilnya Pasti Bagus

"Pak Didu, kalau mau komentar baca dulu ya. Anda selalu salah. Saya bilang kalau yang dimaksud Islamophobia itu kebencian dan ketakutan Pemerintah terhadap Islam maka itu tidak ada," kata Mahfud MD yang telah diedit redaksi dalam ejaan yang benar.

"Wong umat Islam di Indonesia sudah bebas masuk dalam berbagai lapangan polsosbud dan institusi-institu Islam tumbuh pesat," kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, di Indonesia tidak ada Islamophobia. Yang ada hanya individu yang phobia terhadap ajaran agama tertentu.

Dia menjelaskan, jika ada individu yang menyindir celana cingkrang dan cadar sebagai budaya Arab dianggap Islamophobia, maka ada juga Kristen fobia dan Hindi fobia.

"Kalau orang bilang celana cingkrang, cadar itu kearaban dan kadrun itu yg bilang bukan Pemerintah tapi kelompok orang terhadap kelompok lain," kata Mahfud MD.

Kalau itu dianggap Islamofobia maka ada juga dong Keristenfobia, Hindufobia, Katolikfobia. Ada orang yang mengejek ritual Hindu, ada isu Keristenisasi," ucap Mahfud MD.

Halaman:

Tags

Terkini