SulselNetwork.com-- Media sosial Twitter menjadi semakin ramai dengan tagar-tagar yang menyatakan kritikan terhadap pemerintah dan aparatur negara.
Salah satu tagar yang sedang trending pada Jumat, 11 Februari 2022 adalah #JokowiSemakinOtoriter, tagar ini muncul akibat dari konflik yang berada di Desa Wadas.
Tagar sejenis ini bukanlah tagar pertama yang menjadi kritikan masyarakat terhadap sikap pemerintah, pada beberapa hari sebelumnya terdapat juga tagar #WadasMelawan, #SaveWadas bahkan hingga #WadasTolakTambang.
Cuitan netizen yang berada dalam tagar tersebut berisikan tentang kritikan, bahkan protes mengenai tindakan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri terhadap pengepungan dan penangkapan warga di Desa Wadas.
Baca Juga: Pernah Minta Biaya Berobat ke Jokowi, Dorce Kini Malu Minta-minta, Pasrah?
Seperti salah satu cuitan netizen di twitter dengan akun @pujiono74074850 yang juga ikut berkomentar,
“Otoriter itu bukan dari bentuk wajah fisik maupun keluguan seseorang, akan tetapi dari kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, yang hanya mementingkan kelompok golongan dan oligarki,”
Bukan hanya itu, juga terdapat cuitan prihatin dari netizen lainnya seperti yang ditulis oleh akun @PdkrBodoh,
Baca Juga: Rizal Ramli: DPR Sudah Paralysis, Lebih Parah Saat Orba
“Ibu pertiwi merintih dan menangis. Kedzaliman aparat merajalela membela penguasa dan pengusaha,”
Selain kritikan, dan ucapan prihatin juga ada tanggapan seperti yang ditulis oleh akun @rinidyah6 mengenai peringatan akan taktik pengalihan fokus masyarakat.
“Waspada pengalih, konsentrasi masyarakat sedang di Wadas, semoga tidak ada yang diam-diam meloloskan aturan yang merevisi UU sehingga menjadi pembenar lahirnya si bayi ilegal, “
"Dulu kalian minta suara kami. Tapi sekarang kami tidak boleh bersuara," kata @wong***.(SN)